Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND
Arvendo Mahardika
AboutMalang.com – Memasuki dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik.
Pemahaman mengenai pengembangan diri, sikap profesional, serta strategi membangun karier jangka panjang juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Kelas Karier Universitas Ma Chung bertajuk The Talent Lab: Menguak Misteri di Balik Jenjang Promosi yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026 di Balai Pertiwi Universitas Ma Chung.
Kegiatan ini menghadirkan Fanny Darsono, Commissioner sekaligus Human Resources Manager PT Arthawenasakti Gemilang, yang berbagi pengalaman serta pandangan mengenai dinamika dunia kerja kepada para mahasiswa.
Melalui diskusi interaktif, mahasiswa diajak memahami bahwa perjalanan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis.
Sikap profesional, kebiasaan kerja yang baik, serta kemampuan beradaptasi juga menjadi faktor penting dalam menentukan perkembangan karier seseorang.
Rektor Ajak Mahasiswa Manfaatkan Masa Kuliah
Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, M.S., M.Sc. Dalam sambutannya, ia mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah sebagai kesempatan untuk membangun bekal masa depan.
“Empat tahun masa kuliah adalah kesempatan berharga yang tidak akan terulang kembali. Manfaatkan kesempatan ini dengan belajar dari pengalaman para praktisi, karena bekal pengembangan diri akan sangat menentukan perjalanan karier dan kehidupan ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Fanny Darsono yang bersedia hadir untuk berbagi pengalaman profesional kepada mahasiswa.
Promosi Kerja Tidak Mudah bagi Gen Z
Dalam pemaparannya, Fanny menjelaskan bahwa peluang promosi bagi generasi muda di dunia kerja tidak selalu mudah.
Berdasarkan data PwC 2026, ia menyebut hanya sebagian kecil pekerja Gen Z yang berhasil memperoleh promosi dalam waktu singkat.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan diri yang konsisten agar seseorang dapat berkembang di lingkungan kerja.
Fanny juga mengingatkan mahasiswa agar tetap memiliki sikap rendah hati saat pertama kali memasuki dunia kerja.
Karyawan baru, menurutnya, perlu membuka diri untuk belajar melalui observasi dan memahami budaya perusahaan.
Pentingnya Adaptasi di Dunia Kerja
Ia menilai perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat menuntut setiap individu untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Perubahan pasar yang berlangsung cepat menuntut setiap individu untuk terus belajar dan bersikap adaptif. Dengan kemampuan menyesuaikan diri terhadap berbagai dinamika yang ada, seseorang akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja,” jelasnya.
Selain membahas kompetensi profesional, Fanny juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik selama menjalani aktivitas belajar maupun bekerja.
Menurutnya, kondisi cemas atau anxious dapat berdampak pada kesehatan serta mempengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami materi maupun menyelesaikan pekerjaan.
“Ketika kalian merasa anxious atau cemas, hal itu akan berpengaruh pada kesehatan. Padahal, untuk bekerja dan belajar dibutuhkan stamina yang prima. Karena itu, jangan sampai kalian mengalami brain fog, sehingga kalian dapat menerima materi dengan lebih antusias dan baik,” jelasnya. (***)
Link berita asli di sini.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.