SPESIAL PROMO RAMADHAN Dapatkan Promo Potongan DPP 5 Juta Daftar segera di sini

CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Berawal dari Tenda Duka, Duo Profesor TTS Realisasikan Melalui MoU

by Humas Universitas Ma Chung / 2 March 2026 / Published in Machung

Redaksi Timex – Daerah
2 Maret 2026

KUPANG, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID – Kerja sama antarperguruan tinggi lintas daerah kembali dilakukan antara Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang dan Universitas Ma Chung Malang. Kesepakatan kerja sama itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dua rektor.

Menariknya, perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi ringan Prof. Dr. Ir. Godlief Fredrik Neonufa, M.T dan Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc, di tenda duka beberapa waktu lalu.

28 Februari 2026, di Universitas Ma Chung menjadi titik awal komitmen dan keseriusan dari dua profesor dan putra daerah TTS guna meningkatkan mutu pendidikan perguruan tinggi di NTT sekaligus penguatan kelembagaan.

Rektor UKAW, Prof. Godlief Neonufa, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam membangun jejaring akademik lintas wilayah.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni penandatanganan, tetapi komitmen untuk saling memperkuat dalam pengembangan institusi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Dikatakan, kerja sama antara UKAW dan Universitas Ma Chung Malang merupakan langkah strategis dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Sebelumnya, komunikasi dan kolaborasi sudah terjalin, namun melalui penandatanganan MoU ini kami ingin memperluas cakupan kerja sama agar lebih komprehensif dan berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan pada penguatan tata kelola kelembagaan serta peningkatan kapasitas institusi, termasuk pemanfaatan fasilitas akademik secara bersama. Kami menyadari masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana di beberapa aspek, sehingga sinergi seperti ini menjadi solusi untuk memperkuat mutu pendidikan.

Pada prinsipnya, kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen bersama untuk membangun pendidikan tinggi yang lebih inklusif, bermutu, dan mampu menjawab tantangan nasional maupun global.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada program tertentu, tetapi dapat melibatkan lebih banyak program studi, baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Pertukaran dosen dan mahasiswa menjadi salah satu prioritas, sehingga terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman yang saling memperkaya kedua institusi,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Prof. Yufra Taneo. Menurutnya, sinergi antarperguruan tinggi menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan daya saing lulusan.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengembangan pendidikan dan pengajaran berbasis mutu dan karakter, kolaborasi penelitian dan peningkatan publikasi ilmiah, inovasi serta pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan tata kelola kelembagaan dan transformasi institusi.

Kolaborasi ini dinilai sebagai simbol kebangkitan intelektual putra daerah dari Timur Indonesia. Kedua rektor yang berasal dari TTS tersebut menunjukkan bahwa sumber daya manusia NTT mampu berkiprah di level nasional serta membangun jejaring strategis untuk kemajuan daerah.

Kerja sama antara UKAW Kupang dan Universitas Ma Chung juga menjadi pesan bahwa pusat keunggulan akademik tidak hanya bertumpu pada wilayah barat Indonesia.

“Momentum ini diharapkan membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi perguruan tinggi di NTT untuk membangun sinergi nasional maupun internasional,” pungkasnya. (cr6/dek)

Link berita asli di sini.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP WhatsApp