Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND

Bukan sekadar paham teori di dalam kelas, sivitas akademika Universitas Ma Chung kembali membuktikan kualitasnya di ranah implementasi nyata. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (DKV) yang berhasil meraih penghargaan Juara Harapan 1 dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) 2026 untuk kategori Desain Poster Media Kampanye Sosial. Puncak kompetisi bergengsi yang berlangsung pada 12 Juli 2026 di Gedung Prodi DKV ITS Surabaya ini menjadi panggung bagi Andrea atau yang akrab disapa Rea untuk menunjukkan bahwa DKV Universitas Ma Chung tidak hanya jago akademik dan mendesain, tetapi juga mampu menyalurkan pesan sosial bermakna lewat karya visual.
Dalam ajang tersebut, Rea mengusung karya bertajuk “UNSEEN” yang mengangkat isu invisible disability atau disabilitas tidak terlihat. Kondisi ini merupakan bentuk keterbatasan seseorang yang tidak tampak jelas secara fisik (mencakup gangguan mental ataupun neurologis). Rea melihat bahwa masyarakat di Indonesia masih belum memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai isu ini. Akibatnya, mereka yang mengalaminya kerap menerima perlakuan diskriminatif dalam kehidupan sehari-hari. Rea menjelaskan bahwa karya tersebut hadir secara khusus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Karya ini hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa disabilitas tidak harus selalu termanifestasi secara fisik yang tampak,” ungkapnya.

Pendekatan teknis dan visual yang digunakan Rea dalam karya ini sarat akan pertimbangan detail yang mendalam. Ia hanya memilih dua warna untuk menciptakan kontras yang sangat tajam. Pilihan warna ini tidak hanya berfungsi memberikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sensorik netra, tetapi juga menyimbolkan secara tegas betapa kontrasnya kehidupan para penyandang disabilitas dengan mereka yang tidak. Selain itu, sentuhan detail seperti tekstur blur dan noise sengaja diterapkan untuk memperkuat konsep visual mengenai sesuatu yang “tidak terlihat” sekaligus menyuarakan pesan bahwa ada “sesuatu yang salah” dalam persepsi publik saat ini.
Secara keseluruhan, konsep invisible disability ini disajikan melalui seri yang terdiri atas empat karya yang saling berkaitan erat. Karya pertama menyoroti kondisi penyandang disabilitas di tengah kerumunan massa yang cenderung acuh karena tampilan luar mereka tampak normal. Sementara itu, karya kedua, ketiga, dan keempat secara berurutan mengusung fokus “BUKA MATA”, “BUKA HATI”, dan “BUKA SUARA”. Ketiga bagian tersebut secara tajam menyoroti keterbatasan fasilitas umum yang belum memadai, maraknya stigma dan diskriminasi, hingga perlakuan berbeda yang kerap diterima antara penyandang disabilitas fisik dan non-fisik.

Karya dan pencapaian ini pun mendapatkan apresiasi secara langsung dari Ketua Program Studi DKV, Sultan Arif Rahmadianto, S.Sn., M.Ds. Ia menyampaikan rasa bangganya serta menegaskan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata dari kemampuan akademik, kreativitas, dan kepekaan sosial mahasiswa.
“Selamat untuk Rea atas prestasi ini. Pencapaian ini menjadi bukti atas implementasi hasil belajar Rea selama di Prodi DKV Ma Chung yang dilandasi dengan kreativitas dan kepekaan terhadap isu sosial di sekitar kita. Semoga karya ini bisa semakin menyadarkan banyak orang mengenai isu yang dekat dengan kita, namun seringkali masih belum mendapatkan respon baik sebagaimana mestinya. Selamat untuk Rea dan tetaplah terus berkarya!” ujarnya.
Melalui prestasi membanggakan ini, Universitas Ma Chung tidak hanya membuktikan reputasinya dalam mencetak talenta kreatif yang kompetitif dan ahli di lapangan, tetapi juga membuktikan komitmennya dalam melahirkan generasi muda yang peduli, kritis, serta mampu membawa perubahan positif bagi isu-isu sosial di tengah masyarakat.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.