📢 Dapatkan Free DPP untuk 50 Pendaftar Pertama! Daftar Sekarang di Sini

CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

CHIFEST 2026, Perayaan Bersatunya Dua Budaya

by Humas Universitas Ma Chung / 19 September 2026 / Published in Machung

Universitas Ma Chung kembali menghadirkan Chinese–Indonesian Festival (CHIFEST) 2026 pada Sabtu-Minggu, 19-20 September 2026 sebagai ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan warisan Tionghoa dan kekayaan budaya Indonesia dalam semangat harmoni. Mengangkat tema “Fostering Transformative Convergence: Chinese Indonesian Cultural Harmony,” CHIFEST 2026 mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenal keberagaman budaya, tetapi juga melihat bagaimana perjumpaan antarkultur dapat melahirkan sesuatu yang baru, bermakna, dan transformatif.

Tema tersebut merefleksikan gagasan bahwa budaya bukan sesuatu yang statis dan terpisah satu sama lain. Dalam perjalanan sejarah Indonesia, budaya Tionghoa telah berinteraksi dengan berbagai tradisi lokal, menciptakan bentuk-bentuk akulturasi yang dapat ditemukan dalam seni, bahasa, kuliner, arsitektur, tradisi, hingga kehidupan sosial masyarakat. CHIFEST menjadi wadah untuk merayakan proses tersebut sekaligus membuka dialog mengenai bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan bersama.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., menyampaikan bahwa CHIFEST merupakan bagian dari upaya Universitas Ma Chung untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman. “Melalui CHIFEST, kami ingin menunjukkan bahwa ketika budaya yang berbeda bertemu dengan keterbukaan dan saling menghargai, perjumpaan tersebut dapat menghasilkan transformasi yang positif. Harmoni budaya bukan hanya tentang hidup berdampingan, tetapi tentang bagaimana kita belajar dari satu sama lain dan bersama-sama menciptakan nilai baru bagi masyarakat.”

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang memungkinkan pengunjung mengalami budaya secara langsung. Panggung utama menghadirkan musik tradisional Tionghoa, Wushu, tarian tradisional Tiongkok, tarian modern dari UKM Dance dan SMA Kristen Kalam Kudus, band, paduan suara baik dari paduan suara Universitas Ma Chung maupun Paduan Suara SMAK Kolese St. Yusuf, penampilan pemenang kompetisi menyanyi lagu Mandarin, serta pertunjukan dari sekolah mitra. Penyanyi muda asal Malang, Letisha, juga akan hadir sebagai salah satu penampil.

Ruang terbuka di area sekitar Rektorat menghadirkan Barongsai, Leang-leong, dan Wayang Potehi yang membawa warisan budaya lebih dekat dengan pengunjung. Sementara itu, Chinese Corner menawarkan pengalaman interaktif melalui Mahjong, Shufa atau kaligrafi Tionghoa, Paper Cutting, Chinese Knot, dan menghias lampion. Pengunjung dapat membawa pulang kerajinan tangan yang dibuat dalam kegiatan Chinese Corner.

Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Wawan Eko Yulianto, Ph.D, menekankan pentingnya menghadirkan budaya melalui pengalaman yang dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.

Convergence menjadi penting karena budaya berkembang melalui perjumpaan. CHIFEST memberikan ruang bagi generasi muda untuk melihat bahwa budaya Tionghoa dan Indonesia bukan dua dunia yang berdiri sendiri. Keduanya telah berinteraksi dan saling memperkaya selama bertahun-tahun. Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengalami, memahami, dan meneruskan harmoni tersebut.”

CHIFEST 2026 juga menghadirkan Mini Museum Ma Chung, yang mengajak pengunjung menelusuri kontribusi komunitas Tionghoa dalam perjalanan pendidikan Kota Malang. Mini Museum menghadirkan perjalanan Universitas Ma Chung sejak 1946 dan mengangkat filosofi 饮水思源 (Yǐn shuǐ sī yuán)—“ketika minum air, ingatlah sumbernya”—sebagai refleksi mengenai pentingnya menghargai sejarah dan para pendahulu.

Dari sisi kuliner, Bazaar Kuliner CHIFEST menghadirkan beragam makanan Indonesia, Tionghoa, dan Peranakan, baik halal maupun non-halal yang mencerminkan perjalanan akulturasi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Area kuliner akan dibagi secara jelas antara tenant halal dan non-halal untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung.

Berbagai kompetisi turut melengkapi festival, mulai dari lomba menyanyi lagu Mandarin, cerdas cermat, video pendek, mewarnai dan mengurutkan angka Mandarin, hingga Tingxue (听写).

Melalui CHIFEST 2026, Universitas Ma Chung berharap festival ini dapat menjadi ruang yang mempertemukan heritage, education, creativity, and community, sekaligus mendorong pemahaman bahwa keberagaman budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan energi yang dapat menciptakan perubahan dan membangun harmoni di masa depan.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP WhatsApp