CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: info@machung.ac.id. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Mahasiswa Universitas Ma Chung, Ciptakan Inovasi Tempat Sampah Berbasis IOT dan Memenangkan Kompetisi Ideation Startup

by Humas Universitas Ma Chung / 5 February 2024 / Published in Machung

Diki Febrianto

Sabtu, 3 Februari 2024 | 06:15 WIB

JawaPos.com – David Tri Setyo Wicaksono, Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Ma Chung, menciptakan inovasi sampah berbasis internet of thing (IOT).

Inovasi tersebut diberi nama e-bin yang memenangkan kompetisi Ideation Startup Fest yang diselenggarakan Tujubelasan Malang.

Dilansir dari machung.ac.id, Sabtu (3/1), kompetisi tersebut merupakan ajang bagi startup di berbagai bidang, mulai dari agrikultural hingga manufaktur, dalam menghasilkan produk atau jasa inovatif.

Hasil berupa jasa atau produk tersebut berupaya untuk memberikan solusi terhadap beberapa permasalahan lokal.

David Tri Setyo Wicaksono bersama dua anggota dari Universitas Brawijaya dan Universitas Merdeka Malang, berkolaborasi dalam membangun startup yang bernama Ecomatriks.

Salah satu hasilnya berupa produk e-bin yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan lingkungan, mengenai pengelolaan sampah.

David Tri Setyo Wicaksono menyatakan bahwa, e-bin yaitu tempat sampah berbasis IOT yang dapat mengukur volume sampah yang dibuang.

Melalui tempat sampah ini, tidak perlu sering mengontrol apakah tempat sampah sudah terisi penuh atau belum, karena inovasi ini akan memberikan pemberitahuan melalui aplikasi WhatsApp.

Proyek ini telah dikerjakan David Tri Setyo Wicaksono bersama timnya sejak September 2023, yang mengutamakan pada misi sustainability dalam mengolah limbah dan sampah.

Tidak hanya e-bin, Ecomatriks juga menyediakan jasa pick-up, drop-off, dan workshop. Jadi startup ini juga menyediakan jasa pengantaran dan penjemputan, selain menampung sampah plastik daur ulang dan residu.

Dalam proses pembuatan e-bin sendiri terdapat berbagai macam kendala, sehingga David Tri Setyo Wicaksono bersama tim berupaya menghasilkan produk yang lebih unggul serta melampaui pesaingnya.

Memiliki motivasi yang kuat, David Tri Setyo Wicaksono menginginkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah timbul.

Sehingga melalui produk yang David Tri Setyo Wicaksono bersama tim hasilkan, menjadi harapan untuk membantu permasalahan pengelolaan sampah.

Buah manis yang dihasilkan, produk e-bin telah berhasil mendapatkan konsumen dari perusahaan.

Salah satunya dari Rumah Sakit Bhayangkara yang membeli tiga unit tempat sampah berbasis IOT, e-bin.

Link berita asli di sini.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP