Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND

Universitas Ma Chung kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pelatihan penguatan implementasi Kurikulum Merdeka bagi para guru di SMA Negeri 3 Batu. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Sekolah SMAN 3 Batu, Riska Mareitha, M.Pd., ini menghadirkan Prof. Dr. Daniel Ginting sebagai narasumber. Fokus pembahasan mencakup penerjemahan regulasi kurikulum ke dalam perencanaan pembelajaran, asesmen, serta pengambilan keputusan sekolah berbasis data.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu guru melihat Kurikulum Merdeka sebagai satu sistem pembelajaran yang utuh. Para peserta diajak memahami hubungan antara Standar Kompetensi Lulusan, Capaian Pembelajaran, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, modul ajar, aktivitas belajar, asesmen, hingga tindak lanjut pembelajaran.
Dari Regulasi Menuju Praktik Kelas

Dalam pemaparannya, Prof. Ginting menjelaskan bahwa sekolah tidak menyusun kurikulum dari ruang kosong. Pemerintah telah menetapkan arah pendidikan melalui Standar Nasional Pendidikan, Standar Kompetensi Lulusan, struktur kurikulum, serta Capaian Pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan fase. Tugas sekolah adalah menerjemahkan arah nasional tersebut menjadi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan yang sesuai dengan visi sekolah, karakteristik peserta didik, kondisi lingkungan belajar, serta sumber daya yang tersedia.
“Sekolah tidak mengubah arah nasional, tetapi menerjemahkannya menjadi praktik yang sesuai dengan konteks sekolah. Fleksibel bukan berarti bebas tanpa arah, melainkan memiliki ruang untuk menentukan cara terbaik dalam mencapai standar yang telah ditetapkan,” jelas Prof. Ginting.
Para guru kemudian diajak memahami posisi Capaian Pembelajaran sebagai kompetensi besar yang harus dicapai peserta didik. Capaian Pembelajaran ini kemudian diturunkan menjadi sejumlah Tujuan Pembelajaran yang lebih konkret, operasional, dan dapat diamati. Tujuan-tujuan tersebut selanjutnya disusun dalam Alur Tujuan Pembelajaran yang sistematis. ATP yang menjadi dasar penyusunan modul ajar lengkap.
Memahami Arsitektur Capaian Pembelajaran di SMA
Salah satu materi penting dalam pelatihan adalah pemetaan Capaian Pembelajaran sebagai satu rangkaian yang berkelanjutan. Prof. Ginting menekankan bahwa hal ini tidak boleh dipahami sebagai dua program yang terpisah antara kelas XI dan kelas XII. Kelas XI berfungsi membangun kompetensi, sedangkan kelas XII memperkuat dan menunjukkan bukti ketercapaian kompetensi akhir fase. Pemahaman ini penting agar pembelajaran tidak berjalan secara terputus.
Pelatihan juga membahas posisi muatan lokal dalam struktur kurikulum. Muatan lokal dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran, dimasukkan ke dalam kegiatan kokurikuler, atau diselenggarakan sebagai mata pelajaran mandiri.
Mengukur CP melalui Bukti Ketercapaian TP

Prof. Ginting mengingatkan bahwa CP tidak dapat diukur secara langsung hanya melalui satu nilai ujian, namun perlu dibaca melalui ketercapaian sejumlah TP yang mewakili kompetensi dalam mata pelajaran dan fase tertentu. Sebagai simulasi, peserta mempelajari cara menurunkan CP Bahasa Indonesia menjadi beberapa TP.
Melalui simulasi tersebut, guru diperkuat untuk menjaga keselarasan antara CP, TP, aktivitas pembelajaran, asesmen, instrumen, dan bukti belajar. Tanpa keselarasan tersebut, asesmen berisiko hanya menghasilkan angka, tetapi tidak memberikan gambaran yang akurat mengenai kompetensi peserta didik.
Asesmen sebagai Pintu Masuk Perbaikan
Pelatihan ini juga menekankan lima prinsip penting dalam asesmen, yaitu validitas, reliabilitas, kepraktisan, autentisitas, dan dampak balik atau washback. Rubrik penilaian menjadi salah satu instrumen yang diperkenalkan untuk membantu guru menilai hasil belajar secara lebih jelas, konsisten, dan adil.
“Asesmen bukan akhir pembelajaran, tetapi pintu masuk menuju perbaikan. Ketika data menunjukkan bahwa siswa lemah dalam menilai bukti, guru perlu memberikan latihan mengenai bukti yang kuat, lemah, dan tidak relevan. Ketika siswa belum mampu menulis argumen, guru perlu memperkuat kemampuan menyusun klaim, alasan, bukti, dan kesimpulan,” ungkap Prof. Ginting.
Dengan pendekatan tersebut, hasil asesmen digunakan untuk menentukan remedial, pengayaan, pemberian umpan balik, serta perbaikan strategi pembelajaran.
Dashboard Strategis untuk Kepala Sekolah

Tidak hanya berfokus pada praktik guru di kelas, pelatihan ini juga membahas peran kepala sekolah dalam membaca mutu pembelajaran secara menyeluruh melalui dashboard strategis KOSP. Dashboard tersebut dapat menampilkan tingkat ketercapaian TP dan CP pada setiap mata pelajaran. Dengan peta tersebut, pimpinan sekolah dapat mengetahui mata pelajaran yang telah menunjukkan capaian baik dan bidang yang masih membutuhkan pendampingan.
Data tersebut kemudian dapat diterjemahkan menjadi program sekolah yang lebih operasional, seperti klinik numerasi, penguatan literasi berbasis bukti, pelatihan penyusunan asesmen, pendampingan guru, komunitas belajar, remedial terstruktur, dan program pengayaan.
Dengan demikian, kepala sekolah dapat mengambil keputusan berdasarkan bukti belajar peserta didik, bukan hanya berdasarkan kesan umum atau kelengkapan dokumen administratif.
Memperkuat Kolaborasi Universitas dan Sekolah
Pelatihan di SMA Negeri 3 Batu menjadi wujud kontribusi Universitas Ma Chung dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan semakin mampu merancang pembelajaran yang selaras dengan CP, mengembangkan TP dan ATP yang sistematis, menyusun asesmen yang valid, serta memanfaatkan data hasil belajar untuk menentukan tindak lanjut.
Bagi pimpinan sekolah, kegiatan ini memberikan penguatan mengenai pentingnya kepemimpinan pembelajaran berbasis data. KOSP tidak lagi hanya dipandang sebagai dokumen yang disusun untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi sebagai instrumen strategis untuk mengarahkan, memantau, dan memperbaiki mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Kolaborasi Universitas Ma Chung dan SMA Negeri 3 Batu ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup dilakukan melalui perubahan regulasi atau dokumen kurikulum. Transformasi yang sesungguhnya terjadi ketika kebijakan dapat diterjemahkan menjadi pembelajaran yang bermakna, asesmen yang tepat, umpan balik yang membangun, serta keputusan sekolah yang benar-benar berpihak pada perkembangan peserta didik.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.