šŸ“¢ Raih Beasiswa hingga 100%* (*Syarat & Ketentuan Berlaku) Daftar Sekarang di Sini

CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Peserta Terbaik Pelatihan Paten Kemendiktisaintek

by Humas Universitas Ma Chung / 6 June 2026 / Published in Machung

Kabar bahagia untuk Universitas Ma Chung. Dr.Eng. Leny Yuliati, S.Si., M.Eng., yang merupakan Dosen Program Studi Naturetech for Pharmacare (Farmasi) Universitas Ma Chung, sekaligus Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi (LPPMI) Universitas Ma Chung berhasil terpilih sebagai salah satu peserta terbaik dalam Program Pelatihan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) tahun 2026. Program PDPP ini merupakan agenda nasional di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang diselenggarakan pada 27–29 April 2026 lalu.

Program ini dibuka secara umum melalui situs resmi Hiliriset Kemdiktisaintek. Para dosen dari berbagai perguruan tinggi mengunggah dokumen permohonan paten mereka secara mandiri, dengan menyesuaikan format dokumen sesuai templat yang telah disediakan. Melalui proses seleksi yang ketat, Dr. Leny berhasil menyisihkan banyak pendaftar untuk mengikuti pelatihan tatap muka.

ā€œDari hiliriset ini kemudian dipilih peserta yang memenuhi persyaratan dan dinyatakan lolos sebanyak 59 orang dari berbagai perguruan tinggi swasta di Jawa Timur. Dari pelatihan ini, saya terpilih menjadi salah satu peserta terbaik,ā€ ungkap Dr. Leny.

Menyusun draf paten bukanlah perkara mudah. Dr. Leny mengungkapkan bahwa ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyusunannya, mulai dari identitas, klaim, hingga abstrak. Bagian yang dianggap paling menantang adalah saat melakukan penelusuran paten yang sesuai dengan paten kita, terlebih karena keterbatasan sumber informasi yang tersedia.

Melalui pelatihan ini, Dr. Leny juga banyak mempelajari hal baru, terutama mengenai perbedaan antara paten sederhana dan paten biasa. Ia menjelaskan bahwa kedua jenis paten tersebut pada dasarnya sama-sama harus memiliki langkah inventif yang baru.

Keberhasilan Dr. Leny Yuliati tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, bukti semangat dan kualitas intelektual sivitas akademika Universitas Ma Chung. Diharapkan prestasi ini juga mampu memacu semangat sivitas akademika Universitas Ma Chung lainnya untuk terus meningkatkan hasil riset mereka serta memperkuat ekosistem kekayaan intelektual di lingkungan kampus dan Indonesia.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP WhatsApp