Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND

Deretan ruang pamer di Aula Balai Pertiwi Universitas Ma Chung dipenuhi beragam karya mahasiswa Visual Communication Design (DKV) selama 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Mulai dari ilustrasi, branding, videografi, hingga game digital dipamerkan di sini. Menariknya, seluruh karya tidak hanya menampilkan kemampuan artistik, tetapi juga berangkat dari persoalan nyata yang ditemui mahasiswa di masyarakat.
Melalui dua pameran yang digelar secara bersamaan, yakni Tongkrongan Seni Grafis (Tongseng) dan Estencele, mahasiswa diberi ruang untuk memperkenalkan proses berpikir kreatif mereka kepada publik. Tongseng merupakan pameran hasil pembelajaran selama satu semester, sedangkan Estencele menampilkan karya Tugas Akhir (TA) mahasiswa yang menawarkan berbagai solusi atas isu-isu sosial maupun kebutuhan industri kreatif.
Ekspresi Identitas dan Konsep Karya
Ketua Program Studi Visual Communication Design Universitas Ma Chung, Sultan Arif Rahmadianto, S.Sn., M.Ds., menjelaskan bahwa dalam pameran ini mahasiswa diberikan kebebasan penuh untuk menata ruang pamer mereka sendiri. Hal ini bertujuan agar mereka mampu menampilkan identitas serta konsep karya secara utuh.
“Di pameran ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk menghias ruang pamer mereka sendiri se kreatif mungkin,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu

Kolaborasi juga menjadi salah satu kekuatan utama yang menonjol dalam pameran tahun ini. Salah satu proyek lintas program studi yang mencuri perhatian adalah Mirelle, sebuah virtual assistant hasil kolaborasi mahasiswa DKV dan Computer Science. Dalam proyek ini, mahasiswa DKV mengembangkan aset visual, sementara mahasiswa Computer Science bertanggung jawab pada pengembangan sistem dan pemrogramannya.
Semangat kolaborasi juga tampak dalam karya Thriving Valley, sebuah permainan berbasis Roblox yang dikembangkan oleh tim mahasiswa DKV. Mengusung konsep farming, fishing, dan mining, permainan ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antarmahasiswa dapat menghasilkan pengalaman bermain yang menarik dengan visual yang kuat.
Solusi Kreatif untuk Isu Sosial
Di antara banyaknya karya tugas akhir yang memikat pengunjung, salah satunya adalah Litzy karya Kartika Sella. Aplikasi ini lahir dari kepeduliannya terhadap isu literasi digital pada anak. Melalui e-book interaktif yang dipadukan dengan permainan edukatif, Litzy dirancang untuk membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis saat menggunakan teknologi dengan desain visual yang kuat dan menarik.
“Saya mengambil isu sosial di sekitar kita tentang literasi digital anak. Jadi saya membuat aplikasi yang berisi e-book interaktif dan permainan untuk melatih kemampuan berpikir kritis anak,” jelas Kartika.
Talkshow dan Aksi Live Art

Selain pameran karya, rangkaian acara juga menghadirkan talkshow dan sesi Live Art bertajuk “Function & Sense of Art” bersama seniman Yon Wahyuono, atau yang akrab disapa Bung Yon. Aksi melukis langsung oleh Bung Yon dan dosen-dosen Prodi DKV ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian pameran.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Bung Yon mendorong mahasiswa agar tidak membatasi proses belajar hanya di dalam ruang kelas. Menurutnya, kreativitas akan tumbuh subur dari keberanian membangun relasi, berdiskusi, dan belajar langsung dari para pelaku seni di lapangan.
Melalui Tongseng dan Estencele 2026, mahasiswa Visual Communication Design Universitas Ma Chung tidak hanya memperlihatkan hasil belajar mereka di bangku kuliah. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa desain dapat hadir sebagai medium untuk menyampaikan gagasan dan membangun pengalaman. Kehadiran pameran ini sekaligus menegaskan komitmen sivitas akademika Universitas Ma Chung dalam memberikan kontribusi nyata yang relevan dengan bidang keahlian mereka.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.