Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND

Program studi English for Global and Creative Communication (EGCC) Universitas Ma Chung sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “How I Became an Interpreter, and How You Can Become One Too”. Acara yang berlangsung interaktif pada 8 Juni 2026 ini menghadirkan Dewantoro Ratri, M.Hum., seorang praktisi senior sekaligus Founder MainKata Translation Studio, sebagai narasumber utama untuk mengupas tuntas peluang emas di balik dunia penerjemahan dan interpretasi profesional.
Kuliah tamu ini dirancang untuk membekali para mahasiswa dengan gambaran nyata mengenai industri bahasa. Membuka materinya, Dewantoro Ratri yang akrab disapa Pak Dewa melempar pertanyaan pemantik kepada para mahasiswa mengenai ketertarikan mereka menjadi seorang interpreter. Ia kemudian membagikan sebuah sudut pandang menarik mengenai dunia kerja modern.
Dewa menekankan bahwa profesi interpreter menawarkan fleksibilitas dan nilai pendapatan yang tinggi berdasarkan keahlian spesifik. Ia memberikan contoh nyata di industri saat ini, di mana seorang juru bahasa Mandarin bahkan bisa mengantongi bayaran hingga Rp5 juta per harinya.
Menurutnya, kesuksesan di bidang ini terjadi āketika kesiapan bertemu dengan kesempatan.ā Ia meyakinkan mahasiswa bahwa setiap proses belajar yang mereka lalui saat ini pasti akan berujung pada hal yang baik.
Rahasia Menjadi Juru Bahasa yang Andal

Dalam sesi sharing pengalaman pribadinya, Dewa mengungkapkan sebuah fakta unik bahwa semua hal yang pernah ia pelajari di masa lalu ternyata saling terhubung dan mengantarkannya menjadi seorang interpreter.
Menariknya, menjadi interpreter bukan hanya soal jago bahasa asing, melainkan harus memiliki dasar Bahasa Indonesia yang kuat agar otak kita mampu menangkap dan memetakan konteks pesan dengan tepat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seorang juru bahasa dituntut memiliki kemampuan multitasking yang tinggi karena harus mendengar dalam satu bahasa dan menyampaikannya ke bahasa lain.

Tidak kalah penting, suara yang bagus, kejelasan artikulasi, serta ketajaman berpikir juga menjadi kualifikasi krusial agar pesan dapat tersampaikan dengan nyaman dan profesional kepada pendengar.
Ketua Program Studi English for Global and Creative Communication Universitas Ma Chung, Dr. FX Dono Sunardi., SS., MA, menyampaikan bahwa kuliah tamu ini menjadi kesempatan emas dan momen untuk memantik minat karier mahasiswa. āSemoga ini menjadi perjalanan intelektual yang bagus untuk teman-teman dan menjadi bidang yang ingin digeluti sebelum lulus. Semoga teman-teman bisa berproses dengan baik di sini,” ujar Dono.
Melalui kegiatan ini, prodi English for Global and Creative Communication Universitas Ma Chung terus berkomitmen menghubungkan mahasiswanya langsung dengan para praktisi guna mencetak lulusan yang siap bersaing di industri global.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.