Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND

Upaya menciptakan layanan kesehatan yang inklusif terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi. Salah satunya dilakukan oleh tim mahasiswa Universitas Ma Chung melalui MedSign, sebuah sistem pendeteksi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) berbasis computer vision dan deep learning yang dirancang untuk mendukung komunikasi antara tenaga medis dan pasien tunarungu. Proyek ini merupakan wujud nyata dari proposal mereka yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) pada 22 Mei 2026.
MedSign dikembangkan oleh tim mahasiswa Universitas Ma Chung yang terdiri atas Glenn Emmanuel Abraham, Lorensa Amelia, Albert Cheng, dan Albert William Saputra, dengan bimbingan Dr. Kestrilia Rega Prillianti, S.Si., M.Si. Pengembangan inovasi ini menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa dan dosen dalam memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan untuk menjawab permasalahan aksesibilitas di bidang kesehatan.
Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap tantangan komunikasi yang masih dihadapi pasien tunarungu ketika mengakses layanan kesehatan. Keterbatasan komunikasi dapat menjadi hambatan bagi pasien dalam menyampaikan keluhan, kondisi kesehatan, maupun kebutuhan mereka kepada dokter atau tenaga medis, khususnya ketika fasilitas kesehatan tidak menyediakan penerjemah bahasa isyarat.
“Inklusifitas di fasilitas kesehatan untuk pasien tunarungu sampai saat ini masih sangat kurang, sehingga diharapkan dengan hadirnya MedSign (Penerjemah bahasa isyarat Indonesia) dapat membantu mempermudah pasien tunarungu dan tenaga medis dalam berkomunikasi,” ujar Glenn Emmanuel Abraham selaku ketua tim penelitian mahasiswa ini.
Melalui MedSign, tim berupaya menghadirkan sistem yang dapat membantu mendeteksi gerakan Bahasa Isyarat Indonesia yang diperagakan oleh pasien. Sistem tersebut memanfaatkan kamera untuk menangkap gerakan tangan, kemudian mengolah informasi visual tersebut menggunakan teknologi computer vision dan deep learning untuk mengenali pola bahasa isyarat. Hasil pendeteksian selanjutnya dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam proses komunikasi antara pasien tunarungu dan tenaga medis.

Selain memperhatikan aspek teknologi, tim juga merancang MedSign dengan mempertimbangkan kebutuhan komunikasi dalam situasi konsultasi kesehatan. Sistem ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang membantu pasien tunarungu menyampaikan informasi kepada tenaga medis dengan lebih mudah dan mandiri. Dengan demikian, teknologi tidak hanya berperan sebagai alat pendeteksi bahasa isyarat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih setara.
Saat ini, MedSign masih berada dalam tahap pengembangan melibatkan penyandang tunarungu secara langsung, serta pengujian sistem lebih lanjut di fasilitas kesehatan bersama tenaga medis. Tim juga terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem, terutama dalam pengembangan model pendeteksian dan pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia. Tahapan tersebut dilakukan untuk menghasilkan sistem yang nantinya dapat bekerja secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di lingkungan pelayanan kesehatan.
“Kami berharap karya tim mahasiswa Universitas Ma Chung ini dapat mendorong masyarakat untuk mendukung aksesibilitas yang setara, baik di fasilitas kesehatan maupun pelayanan umum, demi memperkuat hak-hak teman Tuli dan mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif,” ujar salah satu pengguna sistem ini dalam proses pengembangan.
Melalui MedSign, tim berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengurangi hambatan komunikasi yang dialami pasien tunarungu ketika memperoleh layanan kesehatan. Ke depannya, MedSign diharapkan dapat mendukung terciptanya komunikasi yang lebih inklusif antara pasien tunarungu dan tenaga medis serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan akses pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.