Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND
Pembangunan ekonomi desa di era digital tidak lagi cukup sekadar mengandalkan kekayaan sumber daya alam.
TIMES Indonesia,
8 Agustus 2026, 12:30 WIB
36.9k
Ronny Wicaksono
Malang – Pembangunan ekonomi desa di era digital tidak lagi cukup sekadar mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Lebih dari itu, keberhasilan ekonomi lokal sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengolah potensi desa menjadi produk bernilai tambah tinggi, memiliki identitas kuat, serta mampu bersaing di pasar modern.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Ma Chung bekerja sama dengan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Program PM-UPUD merupakan hibah dari DPPM-Dirjen Risbang Kemdiktisaintek tahun 2026 (tahun pertama) dari rencana 3 tahun.
Kecamatan Wonosari selama ini dikenal memiliki potensi komoditas pertanian yang melimpah, khususnya kopi robusta, kopi liberika, serta aneka umbi-umbian. Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan para petani dan pengrajin lokal. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat masih terkendala pada aspek inovasi produk, kualitas kemasan (packaging), identitas merek (branding), tata kelola manajemen, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Melihat kondisi tersebut, tim akademisi dari Universitas Ma Chung dan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang memfokuskan program intervensi pada dua UMKM potensial di Wonosari, yakni SEKECOY (produsen olahan pangan berbasis umbi-umbian lokal) dan BERKAH TANI NYAWIJI (produsen kopi robusta kemasan).
Ketua Tim Pelaksana Program PM-UPUD, Prof. Dr. Pieter Sahertian, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memperkuat daya saing UMKM melalui pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi.
“Program PM-UPUD dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM melalui pendekatan pemberdayaan terintegrasi. Kami mendampingi pelaku usaha mulai dari penguatan manajemen, inovasi produk, peningkatan kualitas kemasan, branding, hingga digitalisasi pemasaran,” ujar Prof. Pieter.
Pendampingan dilakukan secara intensif dan partisipatif. Tim pengabdian turun langsung mendampingi pelaku UMKM dalam mengidentifikasi kebutuhan bisnis, menyusun strategi pengembangan, memperbaiki mutu produk, hingga merancang strategi promosi digital. Pendekatan ini menempatkan pelaku UMKM sebagai aktor utama perubahan, bukan sekadar penerima bantuan pasif.
Hasil dari pelaksanaan program PM-UPUD kini mulai membuahkan hasil positif. Antusiasme pelaku UMKM meningkat signifikan seiring hadirnya pemahaman baru dalam mengelola bisnis secara modern.
Perubahan paling menonjol terlihat pada visual dan nilai jual produk:
Keberhasilan program pemberdayaan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi hadir sebagai penyedia inovasi dan ilmu pengetahuan, pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator, sementara pelaku UMKM menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat tapak.
Sinergi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan UMKM, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam hal peningkatan nilai tambah hasil pertanian dan penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan penguatan teknologi digital, produk-produk unggulan dari Kecamatan Wonosari optimistis mampu menembus pasar nasional hingga internasional, sekaligus membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat desa.Â
Pewarta : Â Prof. Dr. Pieter Sahertian plus tim Pelaksana Program PM-UPUD Universitas Ma Chung & Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.
Link berita asli di sini.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.