📢 Raih Beasiswa hingga 100%* (*Syarat & Ketentuan Berlaku) Daftar Sekarang di Sini

CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

DIES NMT LEAP 2026 Fase 2, Perkuat Kepemimpinan Perguruan Tinggi 

by Humas Universitas Ma Chung / 19 August 2026 / Published in Machung

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Ma Chung, Wawan Eko Yulianto, Ph.D., menghadiri pelatihan penguatan branding, DIES NMT LEAP 2026 fase ke-2 di Kota Solo dan Semarang pada tanggal 10-13 Agustus 2026.  

Pelatihan yang merupakan fase ke-2 ini  sebagai bagian dari program pelatihan kepemimpinan bagi pimpinan perguruan tinggi. Kegiatan yang disponsori oleh DAAD ini diselenggarakan oleh panitia kecil yang terdiri dari akademisi dari Universitas Surabaya dan Universitas Kristen Petra dengan dukungan pendanaan dari DAAD. 

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam kemampuan kepemimpinan strategis, membangun jejaring, serta mengembangkan rencana aksi yang relevan dengan kebutuhan institusi masing-masing. Suasana pelatihan dirancang interaktif melalui sesi materi, diskusi, praktik presentasi, refleksi, dan kegiatan kebersamaan. 

Pelatihan Kepemimpinan yang Komprehensif 

Pelatihan yang diarahkan untuk menguatkan kapasitas pimpinan perguruan tinggi sebagai pendorong transformasi ini terasa sangat beragam. Bila Fase 1 dari pelatihan ini diadakan pada akhir Maret di Universitas Petra dan Universitas Surabaya, Fase 2 dari pelatihan ini diadakan di Solo dan Semarang dengan narasumber yang cukup beragam dalam hal kepakaran dan latar belakangnya.  

Fase kedua ini menghadirkan Prof. Dr. Peter Mayer dari Jerman, KGPAA Mangkunegara X dari Puro Mangkunegaran, Rektor Universitas Kristen Soegijapranata Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T., M.Comp.IT., Ph.D, serta panitia kegiatan ini Prof. Dr. Rer. Nat Maria Goreti dari Universitas Surabaya, dan tiga orang dosen Universitas Petra, yaitu Tatas Brotosudarmo, Ph.D., Leenawaty Limantara, Ph.D., dan Josua Tarigan, Ph.D.  

Topik yang diangkat dalam pertemuan ini pun cukup beragam. Salah satu perhatian utama dalam pelatihan adalah pentingnya pemahaman keuangan bagi pimpinan universitas. Peserta diajak melihat keuangan institusi bukan sekadar sebagai laporan angka, melainkan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis, penentuan prioritas, dan penguatan keberlanjutan perguruan tinggi. 

Salah satu sesi di Puro Mangkunegaran yang menghadirkan Prof. Dr. Peter Mayer 
(dokumentasi panitia DIES NMT LEAP 2026) 

Selain itu, peserta juga mengikuti sesi mengenai pengelolaan konflik dan tahapan eskalasi konflik. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan mengenali potensi konflik sejak dini, memahami dinamika organisasi, serta memilih strategi komunikasi dan intervensi yang tepat agar konflik dapat dikelola secara konstruktif. 

“Konflik adalah sesuatu yang pasti ada dalam sebuah organisasi,” ujar Leenawati Limantara, Ph.D. atau Bu Sinta dalam materi yang disampaikannya. “Yang penting adalah menjaga agar konflik tidak sampai memburuk sehingga bisa merugikan kedua belah pihak yang berkonflik.”   

Dari KGPAA Mangkunegara X, panitia belajar mengenai menyeimbangkan antara penguatan atas akar budaya sambil terus merangkul inovasi. KGPAA Mangkunegara X, yang sering dikenal dengan panggilan Gusti B Bhre, adalah adipate Kadipaten Mangkunegaran yang masih muda namun melakukan sejumlah inovasi di lingkungan Puro Mangkunegaran.  

Proyek Transformasi dan Presentasi 3 Menit 

Dalam sesi praktik, peserta mempresentasikan proyek transformasi yang mereka jalankan dalam bentuk Project Action Plan (PAP). PAP merupakan model manajemen proyek yang cukup mendetail namun memudahkan pengelolaan dan pemantauan.  

Uniknya, presentasi ini sendiri menggonakan format “elevator speech” atau presentasi singkat 3 menit. Latihan ini menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan perubahan secara singkat, jelas, dan meyakinkan kepada pemangku kepentingan. Peserta juga mendapatkan masukan untuk mempertajam fokus, dampak, dan strategi implementasi PAP. 

Rangkaian kegiatan juga semakin kaya dengan penampilan budaya. Agenda ini memperkuat suasana kebersamaan sekaligus menunjukkan bahwa kepemimpinan perguruan tinggi tidak hanya bertumpu pada kemampuan manajerial, tetapi juga pada kepekaan sosial, penghargaan terhadap keragaman, dan kemampuan membangun kolaborasi lintas latar belakang. 

Wawan Eko Yulianto melakukan elevator speech untuk programnya  
(dokumentasi panitia DIES NMT LEAP 2026) 

Secara keseluruhan, fase ke-2 DIES NMT LEAP 2026 di Solo memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi para peserta. Materi yang disampaikan membantu peserta memperkuat kapasitas kepemimpinan yang reflektif, berbasis data, komunikatif, dan adaptif terhadap perubahan. 

Wawan Eko Yulianto, Ph.D. sangat mengapresiasi kesempatan ini karena telah memberinya kesempatan untuk melihat isu yang perlu ditingkatkan di universitas dari sudut pandang yang segar. “Mengupayakan perubahan dan penyelesaian masalah dengan menggunakan PAP ini membuat saya bisa menyelesaikan persoalan secara sistematis dan manageable,” ujarnya tentang kegiatan ini.  

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menyempurnakan PAP, mengomunikasikan gagasan perubahan kepada pemangku kepentingan di institusi masing-masing, serta menyusun langkah implementasi yang realistis dan terukur. 

Motivasi bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan 

DIES NMT LEAP 2026 fase ke-2 di Solo menjadi bagian penting dari upaya penguatan kepemimpinan perguruan tinggi. Melalui perpaduan pembelajaran, praktik komunikasi, refleksi, jejaring, dan apresiasi budaya, kegiatan ini mendukung lahirnya pemimpin perguruan tinggi yang mampu mengelola perubahan secara strategis dan berdampak. 

“Saya berharap rekan-rekan dosen dan tenaga kependidikan di Universitas Ma Chung bisa membuka mata dan mencari kesempatan seperti yang diperoleh pak Wawan ini,” demikian menurut Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo. “Dengan memanfaatkan kesempatan semacam ini, kita bisa mendapatkan penguatan kapasitas dan membuka jalan untuk kesempatan-kesempatan yang lebih besar.”  

Di bagian akhir dari pelatihan ini, para peserta menuliskan refleksi kepemimpinan yang bisa merekam perjalanan dan pembelajaran yang mereka alami sebagai pimpinan perguruan tinggi. Sebagian dari esai refleksi ini memotret pengalaman para peserta dalam mengatasi konflik maupun menghadapi persoalan dan menemukan pembelajaran dalam proyek-proyek yang mereka jalankan sebagai pimpinan perguruan tinggi.   

Penutupan dengan Cultural Night (dokumentasi panitia DIES NMT LEAP 2026) 

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP WhatsApp