📢 Dapatkan Free DPP untuk 50 Pendaftar Pertama! Daftar Sekarang di Sini

CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Belajar Menjadi Eksportir Global

by Humas Universitas Ma Chung / 24 September 2026 / Published in Machung

Program Studi Digital Business Accounting Universitas Ma Chung menyelenggarakan seminar bertajuk “Turning Numbers into Fire: The Journey to Global Commodity Export” pada Kamis, 24 September 2026, di Hall RnD lantai 6 kampus Ma Chung. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Profesi Akuntansi, yang bertujuan mengenalkan dan mendekatkan mahasiswa pada peluang karier mereka di masa depan, khususnya dalam bidang ekspor.

Ketua Program Studi Digital Business Accounting, Rino Tam Cahyadi, SE., MSA., CIC., CPFA, menjelaskan bahwa mata kuliah ini berfungsi sebagai pengenalan peluang kerja di bidang tertentu. “Mata kuliah Profesi Akuntansi ini adalah pengenalan peluang kerja di bidang tertentu, dan kami juga membukanya untuk seluruh program studi.”

Pada kesempatan ini hadir sebagai narasumber yakni Febriana Dwi Rismayanti, S.E selaku CEO PT Dhana Darma Nusantara yang juga merupakan alumni Universitas Ma Chung angkatan tahun 2014. Kini ia berkiprah sebagai entrepreneur di bidang ekspor arang. Produknya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional khususnya di area Timur Tengah.

Dalam pemaparannya, Risma menegaskan bahwa lulusan akuntansi sangat relevan untuk menjadi eksportir. Menurutnya, lulusan akuntansi dibekali dengan kemampuan penguasaan pencatatan keuangan penentuan laba rugi, hingga ketelitian yang menjadi bekal utama dalam melakukan ekspor produk.

“Seorang eksportir dituntut untuk teliti, mampu menyusun berbagai dokumen, serta memastikan konsistensi antardokumen,” ungkapnya.

Menurutnya, profesi eksportir juga sulit untuk dapat digantikan oleh AI dikarenakan masih banyak dibutuhkan campur tangan manusia di dalamnya. “Eksportir sulit untuk bisa digantikan oleh AI, karena rangkaian kegiatannya sangat panjang dan membutuhkan peran manusia, seperti negosiasi dengan buyer.”

Beberapa tips lainnya yang ia bagikan meliputi pengelolaan risiko dimana pelaku ekspor juga perlu memantau konversi kurs mata uang, serta memiliki variasi atau alternatif produk untuk diekspor.

Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami strategi yang tepat untuk melakukan ekspor, serta memahami kualitas-kualitas yang perlu dimiliki untuk menjadi seorang entrepreneur. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang gigih dan siap dalam menghadapi dunia kerja di masa mendatang.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP WhatsApp