📢 Raih Beasiswa hingga 100%* (*Syarat & Ketentuan Berlaku) Daftar Sekarang di Sini

CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Teliti Filosofi “Sedulur Papat Limo Pancer” untuk Tata Kelola UMKM Heritage Kayutangan

by Humas Universitas Ma Chung / 4 August 2026 / Published in Machung

Tim PKM-RSH Universitas Ma Chung teliti filosofi “Sedulur Papat Limo Pancer” untuk tata kelola UMKM Heritage Kayutangan

Di tengah praktik teori manajemen modern, tim mahasiswa Universitas Ma Chung justru menoleh ke kearifan lokal untuk membenahi tata kelola UMKM. Lewat penelitian “Jiwa dalam Laba: Integrasi Kosmologi Jawa Sedulur Papat Limo Pancer dalam Perancangan Model Tata Kelola UMKM Heritage Malang Berbasis Budaya”, mereka berhasil meraih pendanaan Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi tahun 2026, di bawah bimbingan Bagas Brian Pratama, S.Tr.Ak., M.Tr.Ak., CAAT, Dosen Program Studi Digital Business Accounting. Kabar bahagia ini mereka terima pada 22 Mei 2026.

Tim ini diketuai oleh Silvie Gunawan dari Prodi Digital Business Accounting, beranggotakan Maulida Tri Atmajayanti dan Sherly Natalia Sunaryo dari Program Studi Digital Business Accounting, serta Andi Natan Kamil Azzumarzidan dari Program Studi International Business Management.

Penelitian ini mengkaji filosofi Sedulur Papat Limo Pancer sebagai dasar perancangan model tata kelola UMKM yang tidak hanya mendukung keberlanjutan usaha, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian identitas budaya lokal.

Berangkat dari Persoalan Tata Kelola UMKM

Ide penelitian ini bermula dari keresahan tim terhadap tata kelola UMKM yang selama ini belum berjalan optimal, karena banyak pelaku usaha kesulitan beradaptasi dengan ilmu tata kelola modern.

“Nilai-nilai budaya lokal sesungguhnya dapat dimanfaatkan sebagai pendekatan tata kelola yang lebih relevan, terutama di kawasan heritage yang memiliki karakter sosial dan budaya kuat seperti Kampoeng Heritage Kayutangan,” ujar Bagas selaku dosen pembimbing tim PKM ini.

Dari sinilah tim tergerak untuk menggali filosofi Sedulur Papat Limo Pancer sebagai fondasi model tata kelola yang tidak hanya mendukung keberlanjutan usaha, tetapi juga turut melestarikan identitas budaya setempat.

Melibatkan Pelaku UMKM dan Pokdarwis

Untuk mewujudkan model tata kelola tersebut, penelitian ini melibatkan langsung para pelaku UMKM di Kampoeng Heritage Kayutangan sebagai informan sekaligus responden, melalui wawancara mendalam, pengisian kuesioner, dan Focus Group Discussion (FGD). Tim juga menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampoeng Heritage Kayutangan sebagai mitra penelitian, yang berperan memberikan perizinan, membantu pemilihan informan yang representatif, hingga memberi masukan terhadap hasil penelitian dan model tata kelola yang dirumuskan.

Pemilihan Kampoeng Heritage Kayutangan sebagai lokasi penelitian bukan tanpa alasan. Kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya ini dinilai mampu merepresentasikan keterkaitan antara pelestarian warisan budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga relevan untuk mengkaji perancangan model tata kelola UMKM berbasis filosofi Jawa tersebut.

Penelitian sendiri dijadwalkan berlangsung selama lima bulan, yakni Mei hingga September 2026, dengan tahapan meliputi persiapan penelitian, observasi lapangan, diskusi bersama Pokdarwis, pengumpulan data lewat wawancara dan kuesioner, pengolahan serta analisis data, hingga pelaksanaan FGD.

Metode Kualitatif Didukung Data Kuantitatif

Guna merumuskan model tata kelola yang komprehensif, tim menggunakan pendekatan kualitatif yang diperkuat dengan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dengan informan, sementara data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Seluruh data yang terhimpun kemudian diolah dan dianalisis untuk merumuskan model tata kelola UMKM berbasis filosofi Sedulur Papat Limo Pancer yang sesuai dengan karakteristik Kampoeng Heritage Kayutangan.

Silvie selaku ketua tim ini menyampaikan, “Kami berharap model tata kelola yang dihasilkan nantinya dapat benar-benar diterapkan oleh para pelaku UMKM, sehingga usaha mereka semakin berkembang tanpa harus meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas kawasan ini,” katanya.

Melalui rangkaian penelitian ini, Tim PKM-RSH Universitas Ma Chung berharap dapat menghadirkan model tata kelola UMKM berbasis budaya yang aplikatif, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal Jawa di tengah dinamika pengelolaan usaha modern.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP WhatsApp