CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Inovasi, Kunci Naik Level

by Humas Universitas Ma Chung / 25 February 2025 / Published in Machung

Di era modern ini, inovasi menjadi kunci utama dalam berbagai bidang, termasuk marketing properti. Dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat, pelaku industri properti harus terus beradaptasi agar tetap relevan dan kompetitif. Salah satu sosok yang menerapkan inovasi dalam bidang ini adalah Sheila Aryani, yang akrab disapa Lala, seorang Marketing Executive dari Perumahan Araya di Malang yang juga merupakan mahasiswi Magister Manajemen Inovasi Universitas Ma Chung.

Mengembangkan Diri melalui Studi Lanjut

Keputusan Lala untuk melanjutkan studi S2 berakar dari keyakinannya bahwa pendidikan adalah senjata utama dalam menghadapi tantangan hidup. Sejak kecil, ia diajarkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan, layaknya senjata dan amunisi dalam pertempuran. Dengan latar belakang pendidikan S1 di bidang Arsitektur serta pengalaman di dunia marketing, ia merasa bahwa ilmu Manajemen Inovasi sangat relevan untuk menunjang perkembangan kariernya.

Menurutnya, studi manajemen dibutuhkan oleh siapa saja, terlepas dari latar belakang pendidikan S1. Ilmu manajemen bukan hanya menjadi fondasi dalam pekerjaan, tetapi juga dalam mengelola kehidupan secara keseluruhan. Karena bekerja di Malang, ia memilih Universitas Ma Chung yang menawarkan program studi Manajemen Inovasi—program yang masih jarang ditemukan di di banyak perguruan tinggi. Selain biaya kuliah yang terjangkau, pengalaman belajar di Universitas Ma Chung juga memperkaya relasi dengan dosen-dosen yang memiliki pengalaman luas di bidangnya.

Inovasi dalam Marketing Properti

Dunia marketing properti penuh dengan tantangan, terutama dengan kemajuan teknologi dan perubahan tren di masyarakat. Lala menekankan bahwa inovasi dalam bidang ini harus mengombinasikan berbagai aspek, termasuk pendekatan digital dan psikologi pelanggan.

“Misalnya, saat pandemi melanda, metode penjualan konvensional menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, strategi digital seperti penggunaan media sosial dan influencer mulai diterapkan untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli,” ungkap Lala.

“Teknologi memang mempermudah banyak hal, tetapi aspek psikologis dan sentuhan personal tetap tidak bisa diabaikan. Dalam dunia properti, reputasi dan word-of-mouth masih memiliki pengaruh besar dalam keputusan pembelian,” tambahnya.

Menjawab Tantangan dengan Produk Inovatif

Salah satu tantangan dalam industri properti adalah harga yang cukup tinggi. Untuk itu, Araya selalu berusaha menghadirkan inovasi melalui teknologi dan strategi baru. Terkadang, inovasi yang diterapkan belum dapat diterima oleh pasar secara langsung, tetapi dalam jangka panjang membuahkan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya menjadi follower dalam industri.

Sebagai contoh, beberapa tahun lalu Araya meluncurkan hunian dengan ukuran tertentu yang belum pernah ada di pasaran. Langkah ini diambil berdasarkan kebutuhan pasar, khususnya mahasiswa yang mencari tempat tinggal di Malang. Awalnya, inovasi ini menghadapi tantangan dalam penerimaan pasar, tetapi seiring waktu, permintaan meningkat dan terbukti sukses. Selain menjawab kebutuhan pasar, inovasi ini juga memberikan opsi hunian yang lebih terjangkau bagi kalangan muda.

Studi di Manajemen Inovasi (MMI)

Pengalaman studi di Manajemen Inovasi Universitas Ma Chung membantu Lala berpikir dari berbagai sudut pandang. Dengan mempertimbangkan banyak aspek dalam pengambilan keputusan, ia dapat memberikan solusi yang lebih bernilai bagi pelanggan. Inovasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang fleksibilitas dalam memahami kebutuhan pelanggan dan menjaga kualitas produk.

Dalam dunia marketing properti, inovasi bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan. Dengan memadukan teknologi, strategi pemasaran yang adaptif, serta pendekatan humanis, perusahaan dapat bertahan dan berkembang di tengah perubahan tren dan kebutuhan masyarakat. Seperti yang telah dilakukan oleh Lala dan Araya, keberanian untuk mencoba hal baru dan mengikuti perkembangan zaman akan membuka peluang lebih besar dalam industri ini.

Dengan demikian inovasi adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan di industri. Dengan pendidikan, pengalaman, dan strategi yang tepat, seorang profesional dapat terus berkembang dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan serta perusahaan.

Dengarkan podcast selengkapnya bersama Sheila di sini.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP