📢 Raih Beasiswa hingga 100%* (*Syarat & Ketentuan Berlaku) Daftar Sekarang di Sini

CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Tim Dosen Ma Chung Berdayakan Pasien Diabetes di Ngenep

by Humas Universitas Ma Chung / 18 July 2026 / Published in Machung

Tim dosen gabungan dari Prodi Naturetech for Pharmacare (Farmasi) dan Information System (Sistem Informasi) Universitas Ma Chung menggelar kegiatan pelatihan sekaligus serah terima alat ukur cek gula darah dan pillbox kepada kader PKK Desa Ngenep. Acara berlangsung di NK Café, Kecamatan Karangploso pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk “Pemberdayaan Pasien Diabetes Melalui Pelatihan Pemantauan Gula Darah Mandiri, Penggunaan Pillbox dan Aplikasi Berbasis Mobile Teknologi”, yang dipimpin oleh apt. Dhanang Prawira Nugraha, S.Farm., M.Farm. selaku ketua tim. Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, dalam skema Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2026.

Diabetes, Ancaman Diam-Diam yang Butuh Kepatuhan

Diabetes melitus dikenal sebagai salah satu dari lima penyakit kronis yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Sayangnya, banyak pasien diabetes akhirnya jatuh ke kondisi kronis bukan semata karena penyakitnya, melainkan karena rendahnya kepatuhan dalam minum obat secara teratur dan memantau kadar gula darah secara rutin.

Kondisi inilah yang mendorong tim dosen lintas disiplin Universitas Ma Chung ini turun langsung ke masyarakat. Dengan menggabungkan keahlian farmasi dan sistem informasi, mereka merancang solusi yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif dan mudah diadopsi oleh masyarakat di tingkat desa.

“Kepatuhan pasien diabetes itu kunci utama supaya penyakitnya tidak berkembang jadi komplikasi yang lebih berat. Makanya kami tidak berhenti di edukasi saja, tapi juga membekali kader PKK dengan alat cek gula darah dan pillbox, supaya ada yang membantu memantau kepatuhan pasien di tingkat desa,” ujar apt. Dhanang, Ketua Pelaksana kegiatan.

Tiga Langkah Menuju Pasien yang Lebih Patuh

Program ini dijalankan secara bertahap. Tahap pertama adalah edukasi dasar tentang diabetes, yang telah dilaksanakan pada Juni 2026 lalu dan diikuti oleh 35 peserta. Tahap kedua adalah pelatihan penggunaan alat, di mana kader PKK Desa Ngenep dilatih menggunakan alat ukur cek gula darah serta pillbox untuk memudahkan control pasien diabetes. Tahap ketiga adalah pelatihan aplikasi kepatuhan berbasis mobile.

“Setelah kader dibekali alat ukur dan pillbox, langkah kami selanjutnya adalah melatih penggunaan aplikasi kontrol kepatuhan berbasis mobile. Jadi nanti pemantauan pasien tidak hanya manual, tapi juga bisa terekam secara digital dan lebih mudah dipantau,” tambah apt. Dhanang.

Dengan melibatkan kader PKK sebagai ujung tombak di tingkat desa, program ini diharapkan mampu menciptakan sistem dukungan berkelanjutan bagi pasien diabetes, jauh setelah kegiatan ini selesai.

Kolaborasi antara ilmu farmasi dan teknologi informasi pun menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan lintas disiplin dapat menghadirkan solusi kesehatan yang lebih menyeluruh, dari sisi klinis hingga digital.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi sivitas akademika Universitas Ma Chung dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP WhatsApp