Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ma Chung kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tidak hanya di tingkat lokal dan regional, tetapi juga di level internasional. Dua mahasiswa FEB, Dorothy Srikandi Halim dan Genoveva Mari, sukses mengharumkan nama kampus dengan meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang The Fifth International Conference on Economics, Business and Social Sciences (5th ICEBUSS) yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang pada 4 Februari 2026.
Konferensi internasional ini diikuti oleh peserta dari 13 negara di lima benua dengan total 115 paper penelitian yang dipresentasikan. Mengusung tema besar “Global Opportunities for Sustainable Economics: Digital Transformation and Human Development for Responsible Innovation”, kegiatan ini menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti untuk berbagi gagasan tentang ekonomi berkelanjutan di era transformasi digital.
Dorothy, mahasiswi Program Studi Digital Business Accounting angkatan 2022 berhasil menjadi Best Presenter in Sustainable Finance Track. Ia mempresentasikan penelitian berjudul “Environmental Innovation as a Channel Between ESG and Profitability.” Fokus penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana ESG bekerja secara nyata, melalui inovasi lingkungan sebagai penghubung antara ESG dan kinerja keuangan khususnya di negara berkembang seperti Indonesia di mana implementasi ESG masih sering bersifat simbolik.
Bukan penelitian biasa, riset ini ia masak bersama timnya beranggotakan Tarsisius Renald Suganda, SE, M.Si, Ph.D, CRA, CIC, CNNLP, CMNNLP, CMA, CPFA, Probowo Erawan Sastroredjo, SE, M.Sc, Ph.D., dan Boymurodov Farrukh Farkhod ugli, Ph.D. Candidate.
“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ESG memang meningkatkan inovasi lingkungan dan profitabilitas perusahaan. Inovasi lingkungan terbukti memberikan dampak positif terhadap profitabilitas, meskipun efeknya terjadi secara bertahap,” jelas Dorothy.
Menurutnya, inovasi seperti efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, sistem manajemen limbah, pengurangan emisi, serta transformasi operasional perusahaan mampu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang ketika ESG benar-benar diterjemahkan menjadi aksi nyata.
Sementara itu, prestasi serupa juga diraih oleh Genoveva Mari, mahasiswi Program Studi Magister Manajemen Inovasi dengan menjadi Best Presenter in Leadership Track. Bersama timnya yang beranggotakan Muhammad Miftah, Shallomita Nathania Abadi, Nadya Maharani Widyawati, dan Prof. Dr. Pieter Sahertian, M.Si., ia mengusung paper berjudul “Innovation Leadership as the Foundation of the Future Village Entrepreneurship Ecosystem.”
Penelitian tersebut membahas bagaimana innovation leadership berpengaruh positif dalam menciptakan ruang adaptif dan meningkatkan orientasi pasar.
“Jika kita ingin mendorong kewirausahaan di suatu daerah, kita memerlukan pemimpin yang inovatif, dukungan organisasi, serta kebijakan pemerintah yang tepat,” ujar Mari.
Ia menambahkan bahwa penelitian mereka menghadirkan kebaruan dengan menunjukkan bahwa kepemimpinan inovatif memiliki pengaruh signifikan terhadap ekosistem kewirausahaan desa, seperti BUMDes dan koperasi, yang menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk berjejaring, bereksperimen, dan menghasilkan inovasi yang terukur.
Hasil penelitian ini tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga menegaskan kontribusi nyata sivitas akademika dalam menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dorothy dan Mari juga berharap hasil riset mereka dapat memberikan dampak positif bagi berbagai pihak.
“Semoga hasil penelitian ini bisa memberikan implikasi yang bermanfaat bagi regulator, perusahaan, maupun masyarakat,” ujar Dorothy.
Dorothy sendiri juga membagikan tiga kunci utama untuk menjadi best presenter dalam konferensi internasional. Pertama, membangun argumen yang kritis dan tidak sekadar mengikuti topik yang sedang tren. Kedua, memahami cerita di balik data, bukan hanya angka, tetapi juga mengapa riset tersebut penting bagi investor, regulator, masyarakat, dan lingkungan. Ketiga, melatih kemampuan presentasi sebagai sarana meyakinkan pengambil keputusan, bukan sekadar membaca slide.
Mari menambahkan bahwa kepercayaan diri saat presentasi juga sangat penting dan dapat dibangun dengan menguasai isi penelitian, bekerja secara solid dalam tim, serta mendapatkan dukungan dari dosen pembimbing, khususnya dalam hal ini mereka mendapatkan dukungan penuh dari dosen pembimbing yakni Prof. Pieter Sahertian.
Budaya akademik yang kuat juga menjadi faktor penting di Universitas Ma Chung. Dukungan dosen, penguatan budaya riset sejak dini, serta kesempatan exposure internasional menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk bersaing di panggung global.
“Peran Universitas Ma Chung sangat signifikan dalam menciptakan ekosistem riset bagi mahasiswa melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak luar dalam konteks pengabdian kepada masyarakat,” jelas Mari.
Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Ma Chung dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu berpikir kritis, melakukan riset secara serius, serta berani tampil di ajang akademik internasional.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.