Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND
Shintiya Yulia Frantika | Rabu, 23 Juli 2025 | 21:22 WIB
WartaJatim.CO.ID – Di tengah meningkatnya gangguan penglihatan akibat penggunaan perangkat digital yang semakin masif, Universitas Ma Chung mengambil langkah strategis dengan menghadirkan Program Studi D-3 Optometri, satu-satunya yang ada di kawasan Malang Raya.
Topik ini diulas secara mendalam dalam podcast Machung Talk bersama dr. Sony Agung Santoso, Sp.M(K), dokter spesialis mata sekaligus Kepala Program Studi D-3 Optometri Universitas Ma Chung.
Mengenal Ilmu Optometri
Optometri merupakan bidang ilmu yang berfokus pada sistem penglihatan, mencakup pemeriksaan mata, deteksi gangguan refraksi, serta pemberian resep dan pemasangan kacamata atau lensa kontak.
Profesi ini berbeda dari dokter mata, namun tetap memegang peranan penting dalam dunia kesehatan penglihatan.
“Optometri menjadi penting karena gangguan penglihatan kini tak lagi dialami hanya oleh orang tua. Anak usia 5 tahun pun sudah banyak yang pakai kacamata,” ujar dr. Sony dalam podcast tersebut.
Menurut dr. Sony, kombinasi faktor genetik dan gaya hidup modern adalah penyebab utamanya. Anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan aktivitas berbasis layar.
Kebiasaan ini mempercepat pertumbuhan bola mata secara tidak proporsional, memicu rabun jauh atau miopia.
“Kalau dulu anak-anak banyak bermain di luar, sekarang hampir semua waktu mereka habis di depan layar. Ini berdampak besar pada kesehatan mata,” tambahnya.
Melihat tren ini, Universitas Ma Chung menghadirkan Program Studi D-3 Optometri sebagai langkah nyata menyiapkan tenaga ahli yang mampu menjawab tantangan kesehatan mata modern.
Mahasiswa dibekali kemampuan untuk memeriksa penglihatan, mengenali gangguan refraksi, dan memberikan solusi sesuai kebutuhan pasien.
Lulusan program ini dipersiapkan agar langsung siap kerja, baik di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik mata, maupun membuka layanan optik secara mandiri.
“Optometri adalah kombinasi antara ilmu, ketelitian, dan pelayanan. Di Universitas Ma Chung, kami tidak hanya mengajarkan teori, tapi juga praktik langsung dan etika profesional,” tegas dr. Sony.
Permintaan akan tenaga optometri terus meningkat, seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penglihatan profesional.
Lulusan D-3 Optometri dapat berkarier sebagai refraksionis optisien, teknisi optik, atau bahkan wirausahawan di bidang layanan mata.
Dengan semakin tingginya keluhan kelelahan mata akibat penggunaan gadget, keahlian di bidang optometri menjadi sangat relevan dan dibutuhkan.
Dalam podcast tersebut, dr. Sony juga membagikan cara menjaga kesehatan mata yang disarankan oleh WHO melalui Rumus 20-20-20:
Setiap 20 menit menatap layar atau melakukan aktivitas jarak dekat,
Istirahatkan mata selama 20 detik,
Dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
Kebiasaan sederhana ini efektif membantu mencegah kelelahan mata dan menjaga kualitas penglihatan.
Optometri bukan hanya soal memberikan kacamata, tapi juga memahami cara kerja mata, mendeteksi gangguan sejak dini, serta menjaga kualitas hidup manusia.
Universitas Ma Chung melalui Program D-3 Optometri hadir sebagai pelopor pendidikan optometri di Malang, merespons kebutuhan zaman sekaligus membuka jalan menuju masa depan karier yang cerah.
Link berita asli di sini
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.