Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND
31/03/2026
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Belajar bahasa sering kali identik dengan deretan hafalan kosakata yang kaku dan aturan tata bahasa yang rumit. Namun di Program Studi Mandarin for Education and Business Universitas Ma Chung, pengalaman tersebut berubah menjadi sebuah perjalanan spiritual dan budaya yang mendalam. Di sini, Bahasa Mandarin bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kunci pembuka gerbang peradaban yang kaya.
Filosofi inilah yang melandasi kegiatan bertajuk “Sinoculture of Imlek” yang baru-baru ini digelar di Gedung Bhakti Persada. Suasana kampus seketika berubah merah merona. Para dosen dan mahasiswa tampak anggun mengenakan busana tradisional cheongsam, menciptakan atmosfer autentik yang membawa siapa pun merasa sedang berada di jantung Tiongkok.
Ketua Program Studi Mandarin for Education and Business, Yohanna Nirmalasari, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penguasaan bahasa tanpa pemahaman budaya adalah hampa.
“Sino berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan Tiongkok—baik budaya, tradisi, maupun ilmunya. Kami memilih tema Sinoculture karena di prodi ini mahasiswa tidak hanya belajar bahasa Mandarin, tetapi juga meresapi makna dan nilai di baliknya,” ujar Yohanna, Senin (30/3). Menurutnya, bahasa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari identitas sebuah bangsa.
Keunikan pembelajaran di Ma Chung terletak pada keterlibatan langsung mahasiswa dalam praktik budaya. Tidak hanya duduk di belakang meja, para mahasiswa terlibat aktif dalam empat pos aktivitas seni: Chinese Calligraphy (kaligrafi), Chinese Paper Cutting (seni gunting kertas), Chinese Knotting (seni simpul), dan Chinese Opera Mask Painting (melukis topeng opera).
Antusiasme luar biasa tampak dari wajah para mahasiswa. Denis, salah satu mahasiswa yang terlibat, mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari proses pelestarian ini. “Kegiatan ini sangat istimewa. Kami tidak hanya belajar dari buku, tapi merasakannya langsung. Rasanya sangat bangga bisa memamerkan budaya yang kami pelajari,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Hoggy, mahasiswa lainnya yang asyik mencoba seni simpul Tiongkok. “Di sini kami belajar bahwa setiap guratan kaligrafi dan setiap simpul memiliki filosofi mendalam. Ini bukan sekadar hobi, tapi cara kami menghargai sejarah,” kata Hoggy. (imm/lim)
Link berita asli di sini.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.