Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND
RRI.CO.ID, Malang – Memasuki dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga pemahaman mengenai pengembangan diri dan strategi membangun karier. Untuk memberikan bekal tersebut kepada mahasiswa, Universitas Ma Chung menggelar kegiatan Kelas Karier bertajuk “The Talent Lab: Menguak Misteri di Balik Jenjang Promosi” di Balai Pertiwi Universitas Ma Chung, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Fanny Darsono, Commissioner sekaligus Human Resources Manager PT Arthawenasakti Gemilang, yang berbagi pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan karier di dunia kerja.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, MS., M.Sc., mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah sebagai waktu terbaik untuk membekali diri dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan praktis.
“Empat tahun masa kuliah adalah kesempatan berharga yang tidak akan terulang kembali. Manfaatkan kesempatan ini dengan belajar dari para praktisi, karena bekal pengembangan diri akan sangat menentukan perjalanan karier ke depan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Fanny menyampaikan bahwa peluang promosi bagi generasi muda di tempat kerja tidak selalu mudah. Berdasarkan data PwC 2026, hanya sekitar 10,2 persen generasi Z yang memperoleh promosi dalam waktu 18 bulan pertama bekerja.
“Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi secara berkelanjutan,” ungkap Fanny.
Ia menekankan bahwa kesuksesan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga sikap, kebiasaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Fanny juga mengingatkan mahasiswa untuk memiliki sikap rendah hati ketika memasuki dunia kerja, dengan membuka diri untuk belajar melalui proses mendengarkan, mengamati, dan memahami budaya perusahaan.
“Perubahan pasar yang berlangsung cepat menuntut setiap individu untuk terus belajar dan bersikap adaptif. Dengan kemampuan menyesuaikan diri terhadap berbagai dinamika yang ada, seseorang akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja,” jelasnya.
Selain membahas kompetensi profesional, Fanny turut menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik. Ia menjelaskan bahwa kondisi cemas dapat memengaruhi kesehatan sekaligus menurunkan kemampuan seseorang dalam belajar maupun bekerja.
“Ketika merasa cemas, hal itu bisa berdampak pada kesehatan dan konsentrasi. Padahal untuk bekerja dan belajar dibutuhkan stamina yang baik agar kita dapat menerima materi dan bekerja dengan optimal,” ujarnya.
Melalui kegiatan Kelas Karier ini, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai dinamika dunia kerja sekaligus mempersiapkan diri dengan kompetensi, sikap, dan kebiasaan positif yang mendukung perkembangan karier di masa depan.
Link berita asli di sini.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.