Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND
M Afnani 7 Oktober 2026 | 22:19
​Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 39 lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ma Chung resmi menyandang gelar apoteker usai menjalani prosesi pengambilan sumpah profesi Angkatan III di Ijen Suites Resort & Convention Hall, Kota Malang, Rabu (7/10/2026).
​Seluruh wisudawan angkatan ini mencatatkan kelulusan sempurna 100 persen dalam uji kompetensi nasional. Capaian tersebut sekaligus melengkapi keberhasilan akademik mahasiswa yang menempuh masa studi selama dua semester, dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata 3,60 serta IPK tertinggi menyentuh angka 3,97.
​Ketua PSPPA Universitas Ma Chung, apt. Eva Monica, S.Farm, M.Sc., menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kesungguhan belajar mahasiswa serta sinergi erat lintas pihak, mulai dari keluarga, dosen, preseptor, tenaga kependidikan, hingga mitra wahana praktik kerja.
​”Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar,” ujar Eva.
​Eva menambahkan, ikrar sumpah yang telah diucapkan harus dimaknai sebagai komitmen moral. Ia berpesan agar para lulusan senantiasa mengedepankan etika, kecakapan ilmu, dan integritas tinggi dalam melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.
​Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ma Chung, Dr. apt. Rollando, S.Farm., M.Sc., menekankan bahwa kehormatan profesi apoteker tercermin nyata melalui ketelitian kerja, kejujuran pemberian informasi obat, penjagaan privasi rekam medis, serta prioritas keselamatan pasien.
​”Gelar apoteker adalah sebuah pencapaian; menjadi apoteker yang dipercaya adalah tugas sepanjang kehidupan,” kata Rollando.
​Rollando turut mendorong para apoteker baru untuk memperkuat keunggulan riset bahan alam dan sediaan herbal yang menjadi pilar keilmuan Universitas Ma Chung. Riset tersebut diarahkan agar mampu menembus hilirisasi produk industri farmasi dengan standardisasi mutu ketat serta basis bukti ilmiah yang valid.
​Sementara itu, Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, M.S., M.Sc., menilai ikrar para apoteker berakar kuat pada nilai kemanusiaan. Hal ini selaras dengan arah strategis kampus tahun 2026 yang mengusung tema fostering transformative convergence.
​”Bagi seorang apoteker, farmasi bertemu dengan kedokteran, teknologi, data, industri, ekonomi, regulasi, dan perilaku manusia. Pertemuan itu menjadi transformatif membawa perubahan dan berdampak besar ketika menghasilkan sesuatu yang lebih baik bagi manusia,” ungkap Prof. Yufra.
​Dukungan terhadap para lulusan baru juga datang dari organisasi profesi. Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Jawa Timur, apt. Adi Wibisono, M.Kes., mengimbau para apoteker muda untuk tidak ragu menjalin komunikasi aktif dengan jejaring pengurus cabang IAI terdekat guna memperlancar akses informasi regulasi, legalitas praktik, dan pembinaan keprofesian berkelanjutan.
“Semoga para lulusan mampu menjadi garda depan tenaga kesehatan yang adaptif, berintegritas, serta berkontribusi nyata bagi peradaban masyarakat luas,” ungkap Adi Wibisono berharap. (dan/ian)
Link berita asli di sini.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.