CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: info@machung.ac.id. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Kontribusi Guru Besar Universitas Ma Chung dalam Temu Ilmiah PISHI

by Humas Universitas Ma Chung / 24 March 2024 / Published in Machung

Mar 24, 2024 – 09:36

NUSADAILY.COM – MALANG – Untuk kesekian kalinya, Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia (PISHI) bekerjasama dengan Nusadaily menyelenggarakan kegiatan ilmiah bidang bahasa dan sastra yang dikemas dalam Temu Ilmiah Bahasa dan Sastra (TIBS).

Dalam dua bulan terakhir PISHI memberi kepercayaan kepada dua guru besar Universitas Ma Chung sebagai narasumber utama. Ketua 1 PISHI, Dr. Indayani, M.Pd. mengatakan bahwa kedua guru besar tersebut kebetulan memiliki kepakaran dalam bidang-bidang yang sedang menjadi topik TIBS 17 dan 18, yang berlangsung Februari dan Maret 2024.

Prof. Dr. Daniel Ginting tampil dalam TIBS 17 menyajikan makalah berjudul “Desain Netnografi: Eksplorasi Digital Terhadap Budaya Online.” Dalam paparannya ia membahas desain netnografi dan bagaimana penelitian dijalankan untuk mendalamkan pemahaman pola perilaku budaya di ranah digital. Penelitian ini muncul karena kebutuhan memahami isu atau fenomena yang tak terjangkau oleh metode konvensional, alias fokus pada dimensi online.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perkembangan netnografi dimulai pada 1960-an, dan istilah netnografi mulai “diformalkan” pada 1995. Metodologi ini terus berkembang dengan fokus pada observasi partisipan, pengumpulan data, dan analisis online. Dalam studi bibliometrik (artikel-artikel pada jurnal yang terindeks scopus), ditemukan bahwa desain netnografi semakin popular dalam ranah pendidikan. Ada tiga tema utama dalam bidang pendidikan yaitu: Digital Education, Online Communication, dan Impact of Technology.

Sementara itu Prof. Dr. Patrisius Istiarto Djiwandono dalam TIBS 18 mengulas tentang kesantunan berbahasa dalam debat. Ketua Senat Universitas Ma Chung ini menjelaskan bahwa perdebatan sehat menjadi ciri masyarakat yang progresif. Jika fokus perdebatan adalah untuk mempertahankan atau memenangkan argumen, apakah masih diperlukan kesantunan berbahasa? Dalam seminar tersebut mencoba menemukan jawabannya dengan berlandaskan teori kesantunan berbahasa.

Selain dua guru besar Universitas Ma Chung dalam temu ilmiah yang dilaksanakan bulanan tersebut ada Dr. Siti Asmiyah, M.Tesol. (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya), Dr. Gatot Sarmidi, M.Pd. (Universitas Kanjuruhan), Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Pd. (Universitas Muhammadiyah Malang), Dr. Dewi Kencanawati, M.Pd. dan Dr. Sulistyani, M.Pd. (Universitas Nusantara PGRI Kediri), Dr. Risa Triassanti, M.Pd. dan Yunita Suryani, M.Pd. (Universitas PGRI Ronggolawe), dan Susandi, M.Pd. (Universitas Insan Budi Utomo)

Dihubungi terpisah, kepada Nusadaily Ketua Umum PISHI, Dr. Wadji, M.Pd. menyatakan bahwa saat ini makin banyak guru besar yang bergabung menjadi anggota dan pengurus PISHI. Prof. Patrisius dan Prof. Ginting telah bergabung di tahun pertama sejak PISHI berdiri. Bahkan Prof Patrius saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar di PISHI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para guru besar, ilmuwan, dan praktisi yang telah bergabung di PISHI. Para guru besar ini telah memberi kontribusi yang sangat berarti dalam pengembangan ilmu dan menyebar kebaikan untuk masyarakat luas. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Nusadaily yang selalu memberi kesempatan untuk menampung tulisan opini dari anggota PISHI. Dengan giat menulis opini berarti kita turut ambil bagian untuk menyebarkan ilmu kepada kepada masyarakat seluas-luasnya,” kata Wadji.

Dosen bahasa dan sastra Universitas Kanjuruhan ini menambahkan bahwa PISHI terbuka menerima kerjasama dengan siapapun. Tentu saja mitra kerjasama diharapkan yang sejalan dengan visi dan misi PISHI yang menjunjung tinggi persamaan hak bagi semua warga negara, memperjuangkan toleransi dan kebebasan berekspresi, dengan jalan menyebarkan gagasan dan melakukan pelayanan sosial.

Demi mencapai tujuan tersebut PISHI bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi, NGO dan pemerintah. (wan)

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP