CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: info@machung.ac.id. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

17 Tahun Universitas Ma Chung di Malang, Rektor Targetkan Raih Akreditasi Unggul

by Humas Universitas Ma Chung / 8 July 2024 / Published in Machung

Tayang: Senin, 8 Juli 2024 20:44 WIB
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A

SURYAMALANG.COM, MALANG – Universitas Ma Chung (UMC) merayakan Dies Natalis ke-17 dengan mengusung “You are My Special”.

Acara ini akan diadakan di Balai Pertiwi, Senin (8/7/2024). Prof Dr Ir Stefanus Yufra M Taneo MS MSc, Rektor Universitas Ma Chung, menyampaikan beberapa capaian penting di kegiatan itu. Pada wartawan usai acara, ia menyampaikan bahwa ke depan, perguruan tinggi hanya memiliki dua kategori, yakni terakreditasi dan tidak.

“Kita ingin di luar itu yakni unggul. Untuk menuju ke sana maka perlu revitalisasi. Ini menuntut peran SDM dalam hal ini dosen yang harus memiliki keunggulan. Selain studi lanjut S3 juga perlu peningkatan jumlah gubes. Dalam dua tahun ke depan, dosennya 50 persen sudah gubes,” kata dia. Ditambahkan, di internal Ma Chung ada proses pendampingan. “Kita juga mentoring dosen dengan dosen yang sudah profesor agar embimbing para dosen muda,” jelasnya.

Misalkan melalui kegiatan penelitian, pengabdian. PTS ini juga menggandeng bebepara lembaga. Seperti di bidang IT, pada 27 Juli akan kerjasama dengan Huawei Academy agar dosen punya program peningkatan literasi digital. Selain itu juga ada kerjasama dengan Kemenkop. Salah satu kunci menjadi unggul adalah komunikasi dan koordinasi yang harmonis.

“Banyak PTS yang menjadi masalah karena ada perselisihan komunikasi,” jawab dia. Di kegiatan dies natalis juga disampaikan orasi ilmiah dari Dr apt Rollando MFarm, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan yang mengangkat tentang “Tantangan dan peluang pengembangan obat herbal di Indonesia: Menuju Kemandirian Farmasi Berbasis Keanekaragaman Hayati”.

Ia menyoroti potensi besar Indonesia dalam pengembangan obat herbal. Dikatakan, Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tumbuhan dengan lebih dari 7.000 yang telah diidentifikasi memiliki khasiat obat. Namun tantangan dalam pembuktian ilmiah dan integrasi obat tradisional ke dalam sistem kesehatan formal masih perlu diatasi.

Ia menekankan pentingnya penelitian, standardisasi, dan kolaborasi untuk mengembangkan obat herbal yang efektif dan aman serta mendukung kemandirian farmasi nasional. Hal ini menjadi salah satu kekuatan Program Studi Farmasi untuk mengajukan pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Ma Chung yang bertujuan untuk mencetak tenaga-tenaga kefarmasian yang siap berkontribusi terhadap tantangan global.

Link berita asli di sini.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP