Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND

Pendidikan tinggi berperan strategis dalam mewujudkan kesempatan belajar yang setara bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Peran itu tidak hanya soal akses masuk perguruan tinggi, tetapi juga lingkungan belajar yang aksesibel, akomodasi yang layak, dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Menjawab hal ini, Universitas Ma Chung meresmikan Satuan Tugas (Satgas) Layanan Aksesibilitas pada Senin, 26 Oktober 2026 di kampus Ma Chung.
Satgas Layanan Aksesibilitas ini sendiri dibentuk untuk dapat meningkatkan disability awareness di lingkungan kampus, mengoordinasikan layanan dan pembelajaran yang ramah disabilitas, serta mengidentifikasi kebutuhan aksesibilitas. Dengan begitu, lingkungan pendidikan dapat lebih inklusif dan responsif terhadap beragamnya kebutuhan mahasiswa.
Dalam momen peresmian Satgas, diselenggarakan pula seminar bertema “Membangun Ekosistem Inklusif: Kolaborasi Strategis Layanan Disabilitas di Tingkat Daerah dan Pendidikan Tinggi”, menghadirkan Ken Kerta, Founder Lingkar Sosial Indonesia sekaligus Koordinator ULD Kantor Camat Lawang dan Koordinator ULD-PB Kabupaten Malang.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa aksesibilitas bagi mahasiswa disabilitas mencakup aspek fisik, sesuai Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2017 tentang Kemudahan Bangunan Gedung serta non-fisik, yakni pelayanan yang ramah disabilitas. Menurutnya, Satgas Layanan Aksesibilitas berperan memastikan tersedianya aksesibilitas fisik serta meningkatkan kapasitas pengurus dan relawan.

Ken Kerta juga menyoroti pentingnya penggunaan istilah yang tepat. Sesuai UU Nomor 8 Tahun 2016, istilah yang digunakan adalah “penyandang disabilitas”, bukan istilah bernada negatif seperti “penyandang cacat” atau “tuna” yang berarti kekurangan.
Selain memaparkan materi, Ken Kerta memberikan simulasi langsung tentang cara sivitas akademika membantu teman-teman penyandang disabilitas. Pendampingan tidak perlu dilakukan secara berlebihan, melainkan dengan memberikan arahan kepada mereka.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, M.S., M.Sc., menegaskan bahwa peresmian ini adalah bentuk komitmen universitas sebagai kampus yang inklusif.
“Peresmian ini merupakan langkah penting bagi institusi Universitas Ma Chung. Namun yang lebih utama bukan hanya peresmian Satgas semata, melainkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap anggota sivitas akademika maupun anggota komunitas lainnya semuanya belajar, bekerja, beraktivitas dengan aman dan memperoleh kesempatan yang setara,” ujar Prof. Yufra.
Peresmian Satgas ini menjadi momentum untuk memperkenalkan komitmen dan layanan aksesibilitas universitas, sekaligus membangun ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh pemahaman bersama dan terbuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam mengembangkan ekosistem pendidikan inklusif.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.