Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., bersama mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Ma Chung melakukan kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI) Malang, Rabu, 14 Oktober 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Ma Chung menjadi narasumber dalam program Indonesia Cerdas yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Malang FM 94.6 pada pukul 10.00–11.00 WIB. Dialog mengangkat tema “Kampus Berdampak: Dari Menara Gading Menjadi Solusi bagi Masyarakat”, sebuah tema yang menyoroti perubahan orientasi perguruan tinggi dari sekadar menjalankan aktivitas akademik menuju institusi yang mampu menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Prof. Yufra menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi saat ini tidak lagi cukup diukur hanya melalui jumlah lulusan, publikasi ilmiah, ataupun berbagai kegiatan akademik yang diselenggarakan. Perguruan tinggi juga perlu menunjukkan sejauh mana pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat mampu menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kampus, menurutnya, harus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan daya saing ekonomi, pengembangan inovasi, serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat orang memperoleh gelar. Kampus harus menjadi tempat lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi. Keberhasilan sebuah universitas bukan hanya diukur dari berapa banyak sarjana yang diluluskan atau jurnal yang diterbitkan, tetapi juga dari seberapa besar perubahan positif yang dihadirkannya bagi masyarakat.”
Menurutnya, konsep “kampus berdampak” menuntut perguruan tinggi untuk bergerak melampaui paradigma lama sebagai “menara gading” yang relatif terpisah dari persoalan kehidupan sehari-hari. Kampus harus membuka diri, mendengarkan kebutuhan masyarakat, kemudian menggunakan keilmuan, riset, teknologi, dan inovasi yang dimilikinya untuk menghasilkan solusi yang relevan.

Dalam konteks Malang Raya, perguruan tinggi memiliki ruang kontribusi yang sangat luas. Kampus dapat terlibat dalam pengembangan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi kreatif, transformasi digital, isu lingkungan, hingga pembangunan sosial. Karena itu, aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi perlu semakin diarahkan untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
Dialog juga menyoroti pentingnya penelitian yang tidak berhenti pada publikasi akademik. Hasil riset dosen dan mahasiswa perlu diterjemahkan menjadi pengetahuan, teknologi, model pemberdayaan, maupun inovasi yang dapat digunakan masyarakat. Demikian pula kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu bergerak dari kegiatan yang bersifat sesaat atau seremonial menuju program yang mampu membangun kemandirian dan menghasilkan perubahan berkelanjutan.
Aspek lain yang mendapat perhatian adalah pendidikan yang berdampak. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang dan lapangan kerja. Pada saat bersamaan, penelitian perlu diarahkan pada kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah, sementara pengabdian dapat diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM, literasi digital, pendidikan, kesehatan, maupun lingkungan.
Prof. Yufra juga menekankan bahwa kampus tidak dapat menghasilkan dampak besar apabila bekerja sendirian. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan industri, masyarakat, komunitas, serta media menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembangunan yang saling menguatkan. Media, termasuk RRI, memiliki posisi strategis karena mampu menjadi jembatan yang mempertemukan pengetahuan dari perguruan tinggi dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Kehadiran mahasiswa Sastra Inggris Universitas Ma Chung di bawah asuhan Prof. D. Ginting dalam kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana komunikasi publik berlangsung dalam lingkungan media profesional. Pengalaman tersebut mempertemukan pembelajaran akademik dengan situasi nyata, terutama dalam memahami bagaimana sebuah gagasan dikemas, dikomunikasikan, dan disampaikan kepada masyarakat melalui media massa.
Melalui kunjungan dan dialog bersama RRI Malang ini, Universitas Ma Chung kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan tidak berhenti di ruang kelas dan laboratorium. Perguruan tinggi diharapkan hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang berkembang, membangun kolaborasi, serta mengubah pengetahuan menjadi solusi.
Pada akhirnya, gagasan “Kampus Berdampak” menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat perguruan tinggi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang bersama-sama membangun perubahan. Dialog ini juga diharapkan membuka semakin banyak ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan media di Malang Raya.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.