📢 Raih Beasiswa hingga 100%* (*Syarat & Ketentuan Berlaku) Daftar Sekarang di Sini

CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Belajar Literasi Keuangan di Era Digital

by Humas Universitas Ma Chung / 10 September 2026 / Published in Machung

Pemaparan awal mengenai Literasi Keuangan oleh Bapak Michael selaku Head of Retail Equity PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia.

Mengelola keuangan di era digital kini bukan lagi sekadar soal menabung. Tantangan finansial yang semakin kompleks menuntut generasi muda untuk memiliki pemahaman yang lebih matang dalam mengatur uang. Menjawab tantangan ini, Universitas Ma Chung menyelenggarakan Kelas Karier bertajuk “Literasi Keuangan Era Digital” bekerja sama dengan PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia pada Kamis, 10 September 2026, bertempat di Ruang R&D Lantai 6 Universitas Ma Chung.

Kelas karier ini menghadirkan dua narasumber dari PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia, yaitu Michael selaku Head of Retail Equity dan Hans Sebastian selaku Equity Sales Specialist.

Pemaparan materi oleh Hans Sebastian selaku Equity Sales Specialist PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia.

Dalam pemaparannya, Hans Sebastian membedah empat langkah sederhana yang perlu dilakukan mahasiswa sebelum mulai berinvestasi, yaitu:

  1. Mencatat arus uang masuk dan keluar
  2. Melunasi utang berbunga tinggi
  3. Menyiapkan dana darurat
  4. Menentukan tujuan dan jangka waktu investasi

Secara khusus, Hans berpesan agar dana darurat disiapkan dalam jumlah setara 3-6 kali pengeluaran bulanan sebagai jaring pengaman finansial.

Tak hanya memaparkan teori, Hans juga memberikan simulasi pengalokasian anggaran dari uang saku bulanan mahasiswa, sehingga peserta dapat langsung membayangkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia turut mengingatkan bahwa sebelum terjun ke dunia investasi, penting bagi mahasiswa untuk memahami terlebih dahulu instrumen investasi yang ingin dipilih, apakah saham, reksadana, atau obligasi. Pemahaman ini penting agar keputusan investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial masing-masing.

Di akhir sesi, Hans menegaskan satu prinsip penting dalam berinvestasi:

“Gunakan uang dingin, bukan uang kebutuhan sehari-hari.”

Pesan ini menjadi pengingat bagi mahasiswa agar investasi dilakukan dengan dana yang benar-benar tidak dibutuhkan dalam jangka pendek, sehingga tidak mengganggu kebutuhan hidup sehari-hari.

Kegiatan ini bertujuan mengajak mahasiswa memahami cara mengelola keuangan secara bijak, mengenali berbagai tantangan finansial di era digital, sekaligus membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.

Melalui Kelas Karier ini, Universitas Ma Chung berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh bekal literasi keuangan yang aplikatif, tetapi diharapkan juga menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan mereka.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP WhatsApp