Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: [email protected]. Terima Kasih!
Official Website Universitas Ma Chung.
T : (0341) 550 171
Email: [email protected]
Universitas Ma Chung
Villa Puncak Tidar N-01, 65151, Malang, IND

Sebagai wujud kontribusi nyata akademisi dalam peningkatan mutu pendidikan masyarakat, Yohanna Nirmalasari,S.Pd., M.Pd, dosen Universitas Ma Chung yang bergerak di bidang bahasa dan pedagogi, hadir sebagai narasumber utama dalam program Hari Belajar Guru di SMA Negeri 10 Malang pada Jumat, 9 Oktober 2026. Berlangsung di Aula SMAN 10 Malang, kegiatan ini mengusung tema “Mengoptimalkan Asesmen Formatif dan Sumatif untuk Pembelajaran Berkelanjutan” serta diikuti oleh 45 guru dari berbagai mata pelajaran.
Latar belakang akademik Yohanna di bidang pedagogi memperkuat pembahasan mengenai keterkaitan antara asesmen, strategi pembelajaran, umpan balik, dan pengambilan keputusan instruksional guru selama proses belajar mengajar. Dalam pemaparannya, Yohanna menekankan pentingnya menyelaraskan tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, dan bentuk asesmen agar diagnostik, formatif, dan sumatif berfungsi sebagai satu rangkaian terintegrasi.
“Guru perlu memastikan bahwa asesmen benar-benar mengukur kompetensi yang hendak dicapai, bukan sekadar menghasilkan nilai pada akhir pembelajaran. Keselarasan antara tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, dan bentuk asesmen yang digunakan merupakan kunci utama agar evaluasi berjalan efektif,” jelas Yohanna.
Fokus utama pelatihan diarahkan pada penerapan asesmen formatif yang berlangsung secara real-time saat proses belajar mengajar sedang berjalan. Untuk memberikan gambaran yang aplikatif, Yohanna memandu simulasi asesmen formatif menggunakan stik berwarna guna memetakan tingkat pemahaman kognitif peserta secara cepat tanpa bergantung pada tes tertulis.

Hasil respons warna tersebut menjadi dasar bagi guru untuk menentukan langkah instruksional berikutnya, apabila peserta telah paham, materi dapat dilanjutkan; namun jika masih ada keraguan, guru dapat segera memberikan penjelasan ulang, memperbaiki miskonsepsi, mengubah contoh, atau memberikan latihan tambahan.
“Asesmen formatif tidak harus selalu rumit atau menyita waktu. Penggunaan media sederhana seperti stik berwarna, pertanyaan diagnostik, exit ticket, hingga peer feedback terbukti efektif menjadi bagian terpadu dari aktivitas belajar sehari-hari untuk melihat perkembangan cara berpikir murid secara nyata,” tambah Yohanna.
Yohanna juga membahas lima strategi inti asesmen formatif berdasarkan kerangka Wiliam dan Thompson. Kelima strategi tersebut mencakup menjelaskan tujuan dan kriteria keberhasilan, memunculkan bukti pemahaman murid, memberikan umpan balik yang mendorong perbaikan, menjadikan murid sebagai sumber belajar bagi teman, serta mendorong murid untuk semakin mampu memantau proses belajarnya sendiri.
Salah satu peserta pelatihan sekaligus anggota Tim Penjaminan Mutu Sekolah (TPMPS) SMAN 10 Malang, Hasan, menjelaskan bahwa program Hari Belajar Guru ini merupakan inisiatif Kepala Sekolah untuk menjaga wawasan guru tetap up to date, sekaligus menjalankan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025.
“SMAN 10 memiliki Hari Belajar Guru karena visi dari Kepala Sekolah ingin agar guru-gurunya punya wawasan yang up to date dengan perkembangan zaman. Hal ini juga ditunjang dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 tentang Hari Belajar Guru yang mewajibkan guru untuk belajar selama sehari dalam seminggu untuk memperkuat budaya belajar di lingkungan guru,” ujar Hasan.
Melalui peran dosen Universitas Ma Chung dalam kegiatan ini, diharapkan para guru SMAN 10 Malang tidak hanya memperoleh penguatan materi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui simulasi, diskusi, dan praktik sederhana.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.