CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: info@machung.ac.id. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Prospek Karier Akuntansi di Era AI

by Humas Universitas Ma Chung / 20 May 2024 / Published in Machung

Akuntansi adalah salah satu program studi yang mengajarkan teknik pengukuran dan pengelolaan transaksi dengan pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, dan peringkasan yang disajikan dalam laporan keuangan. Dalam era yang terus berkembang ini, Universitas Ma Chung mengundang Seprido Wicaksono, S.Ak, salah satu lulusan pertama dari program studi Akuntansi di universitas tersebut. Ia diundang untuk berdiskusi mengenai prospek kerja di bidang akuntansi, terutama dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk munculnya teknologi AI (Artificial Intelligence).

Prospek Karir Akuntansi di Era AI

Saat ditanya tentang prospek karir dengan adanya tantangan AI di zaman ini, Seprido menjelaskan bahwa meskipun ada beberapa pekerjaan yang bisa digantikan oleh AI, kebutuhan akan profesional tetap tinggi. “AI memang bisa mengambil alih beberapa tugas akuntansi, namun tidak semua aspek pekerjaan bisa digantikan oleh teknologi. Proses pembuatan AI sendiri membutuhkan seseorang dari akuntansi sendiri. Beberapa detail pekerjaan hanya bisa dilakukan oleh manusia, sehingga prospek karir di bidang ini tetap cerah.”

Ia menambahkan bahwa AI tidak selalu dapat mengikuti perkembangan yang dinamis dalam akuntansi. “Setiap perubahan regulasi dan standar akuntansi membutuhkan penyesuaian yang cepat dan tepat, yang seringkali hanya bisa dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu, peran akuntan masih sangat relevan dan dibutuhkan.”

Tantangan Ekstra untuk Lulusan Akuntansi

Menurut Seprido, Ilmu dasar yang diajarkan di kuliah hanya fondasi. Dalam praktiknya, akuntan harus bisa menyesuaikan budaya akuntansi perusahaan yang berbeda-beda. Setiap perusahaan memiliki dinamika dan sistem kerja yang unik, sehingga akuntan harus fleksibel dan dinamis.

Perbedaan Perlakuan Akuntansi di Berbagai Bidang

Seprido juga menekankan bahwa perlakuan akuntansi bisa berbeda di tiap bidang, termasuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

“Bahkan perusahaan dengan bidang yang sama bisa memiliki budaya kerja akuntansi yang berbeda. Akuntan sering kali masuk di tengah-tengah proses dan harus mampu menyesuaikan serta memperbaiki sistem yang ada.”

Mengapa Memilih Program Studi Akuntansi di Universitas Ma Chung?

Seprido memilih akuntansi di Universitas Ma Chung karena memiliki ketertarikannya pada bisnis sejak SMA. Rencana awal adalah untuk mengikuti jurusan kehutanan di Bogor karena memiliki prospek kerjanya yang baik, namun memutuskan untuk melanjutkan studi di Malang demi bisa dekat dengan keluarganya. Setelah mencari informasi, ia menemukan bahwa Universitas Ma Chung, yang baru dibuka pada saat itu, Ma Chung didirikan oleh banyak orang bisnis nasional dan internasional. Faktor ini, bersama dengan minatnya yang berkembang dari Manajemen Bisnis ke Akuntansi, yang akhirnya membuat membuatnya untuk ikut program studi Akuntansi.

Tantangan Selama Kuliah dan Bekerja

Menurut Seprido, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi mahasiswa akuntansi. Saat kuliah, ia harus belajar lebih keras dibandingkan teman-temannya karena tidak memiliki latar belakang dalam bidang pendidikan tersebut. “Saya harus belajar 4-5 kali lebih banyak untuk memahami materi. Sebagai pribadi yang suka bersosialisasi, saya harus melatih diri untuk lebih detail, karena akuntansi menuntut ketelitian tinggi,” ucapnya.

Di dalam dunia pekerjaan, tantangan terbesar adalah memahami perkembangan operasional dan teknologi, serta kemampuan manajerial. “Untuk menjadi Operational Development harus mengerti alur kerja setiap divisi dan bekerja dengan detail. Ini membutuhkan kepekaan tinggi terhadap setiap perubahan dan perkembangan dalam perusahaan,” kata Seprido.

Tujuan Karir dan Pengalaman Kewirausahaan

Setelah bekerja sebagai Operational Development, Seprido memutuskan untuk memulai bisnis sendiri. Namun, ia menyadari bahwa pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Yang akhirnya membuat Seprido sendiri untuk memutuskan untuk memiliki uang yang cukup dan masih tetap bisa bertemu dan menemani keluarganya.

Saran untuk Menjadi Profesional Akuntan

Seprido memberikan beberapa saran bagi mereka yang ingin sukses di bidang akuntansi:

1. Memenuhi Kebutuhan Hardskill: Menguasai sekitar 85% hardskill yang diperlukan untuk pekerjaan yang dituju dan memiliki kemampuan berpikir logis yang baik.

2. Adaptasi dengan Budaya Kerja: Memiliki karakter yang dapat beradaptasi dengan budaya kerja yang telah ada.

3. Fokus Jangka Panjang: Belajar untuk bisa fokus dalam jangka waktu yang panjang dan tidak mudah teralihkan.

4. Mindset Pembelajar: Memiliki mindset yang selalu ingin belajar setiap waktu, karena akuntan yang hanya bisa melakukan pekerjaan rutin akan mudah digantikan oleh AI.

Dunia akuntansi terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar. Meskipun AI memberikan tantangan baru, peran akuntan tetap penting dan dibutuhkan. Dengan kemampuan beradaptasi, keinginan untuk terus belajar, dan ketelitian tinggi, lulusan akuntansi dapat menghadapi masa depan dengan optimis. Universitas Ma Chung, dengan alumninya seperti Seprido Wicaksono, membuktikan bahwa pendidikan akuntansi yang baik dapat menghasilkan profesional yang siap bersaing di era modern.

Dengarkan podcastnya di Spotify dan YouTube Ma Chung Talk.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP