CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: info@machung.ac.id. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Mengenal Perayaan Imlek di Indonesia

by Humas Universitas Ma Chung / 10 February 2024 / Published in Machung

Peraayaan Imlek menjadi salah satu budaya yang dinanti dan dirayakan oleh banyak masyarakat Indonesia. Melansir dari laman KBBI.kemdikbud.go.id, Imlek diartikan sebagai tahun baru Cina yang jatuh pada tanggal satu bulan pertama di awal tahun. Tanggal jatuhnya Imlek pun berbeda setiap tahunnya, berkisar antara bulan Januari dan Februari. Untuk tahun 2024 ini, tahun baru Imlek akan jatuh pada 10 Februari 2024.

Merujuk pada laman arkenas.kemdikbud.go.id, Imlek mulanya dikenal pada masa Dinasti Xia dan dibawa oleh perantau Tiongkok masuk ke Indonesia. Seiring dengan perkembangan dan berjalannya waktu, tradisi Imlek pun pada akhirnya ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional oleh Megawati Soekarnoputri pada masa kepemimpinannya melalui Keppres Nomor 19 Tahun 2002. Hingga kini, perayaan Imlek telah berkembang dan dirayakan secara luas oleh banyak masyarakat Indonesia.

Perayaan Imlek bukanlah perayaan tanpa makna. Dalam mitologi Tionghoa, diceritakan terdapat monster yang disebut “Nian”, yang secara harfiah berarti “tahun”. Monster “Nian” menyerang warga desa pada hari pertama di tahun baru. Namun, warga mengetahui bahwa monster “Nian” memiliki ketakutan akan cahaya terang dan warna merah. Oleh karenanya, warga berusaha mengusirnya dengan hal-hal yang ditakuti. Sehingga, perayaan Imlek sangat erat kaitannya dengan beragam dekorasi dengan corak warna merah dan emas untuk menakuti monster “Nian”.

Selain itu, pada perayaan Imlek, terdapat pula sebuah tarian khas yang disebut dengan Barongsai. Namun, istilah ini hanya akrab digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa, mereka lebih akrab menyebut tarian ini dengan sebutan “Wu Shi”. Barongsai atau “Wu Shi” merupakan sebuah tarian yang diperagakan oleh karakter singa. Singa dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa dipercaya sebagai lambang akan kekuatan dan keberanian. Oleh karenanya, Tarian Barongsai dilakukan dengan maksud untuk mengusir roh yang jahat.

Imlek dalam kaitannya dengan kebudayaan Tionghoa juga sangat erat kaitannya dengan shio. Shio merupakan astrologi dalam kebudayaan Tionghoa. Dalam perhitungan shio, terdapat 12 macam hewan yang melambangkan waktu tertentu dalam kalender lunar. Hewan-hewan tersebut di antaranya adalah tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam jantan, anjing dan babi. Tahun 2024 dalam dipercaya merupakan tahun Naga Kayu.

Dalam upaya untuk turut melestarikan kebudayaan Tionghoa, Universitas Ma Chung dengan bangga memiliki Ma Chung Wushu Team. Berkat kegigihannya, Ma Chung Wushu Team kerap tampil dan menjuarai berbagai event perlombaan. Tentunya upaya dan kegigihan mereka membuahkan prestasi yang mengharumkan nama Universitas Ma Chung.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka  Segera Daftar Sekarang.

TOP