CARA MENDAFTAR

1 Kunjungi pmb.machung.ac.id.
2 Lengkapi Data.
3 Tunggu Email Konfirmasi

Hubungi Kami Di 0811 3610 414, atau kirimkan email ke: info@machung.ac.id. Terima Kasih!

Jadwal Buka ADMISI UMC

Senin-Jumat 8:00AM - 5:00PM

Sinergi Prodi DKV dalam Produksi Video Pembelajaran Daring di Universitas Ma Chung

by admin dkv / March 24, 2020 / Published in Machung

Menyusul pandemik COVID-19, maka sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Malang per tanggal 16 Maret 2020 lalu menghimbau masyarakat untuk bekerja (bagi karyawan ataupun pekerja mandiri) dari rumah, dan melakukan pembelajaran jarak jauh bagi institusi pendidikan. Hal ini kemudian diikuti oleh semua Perguruan Tinggi di kota Malang, tak terkecuali Universitas Ma Chung. Melalui Memo Rektor tertanggal 16 Maret 2020, Rektor Universitas Ma Chung, Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si., menghimbau kepada civitas akademik agar kegiatan perkuliahan tetap berjalan seperti biasa dengan metode daring. Pak Rektor juga menghimbau agar civitas tetap menjaga kondisi kesehatan, bersikap waspada, tenang, dan tidak panik dalam menghadapi pandemik COVID-19. Praktis, mulai hari Senin 16 Maret 2020, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dari tempat tinggal masing-masing, baik dosen maupun mahasiswa. Namun pada hari itu, dosen dan staf masih tetap masuk untuk berkoordinasi dan mempersiapkan materi pembelajaran daring.

Hal ini kemudian direspons dengan tanggap oleh prodi-prodi yang ada. Hari itu pula telah tersedia pada beberapa titik di Universitas Ma Chung, Aseptic Gel (antiseptic pembersih tangan) racikan prodi Farmasi Universitas Ma Chung, yang telah teruji secara klinis. Di samping itu, para pimpinan juga tidak henti-hentinya menyuarakan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), yakni makan dengan gizi yang seimbang, olah raga, cuci tangan, menjaga kebersihan, menggunakan masker jika batuk/pilek, dan minum air putih dengan cukup. Jika Prodi Farmasi berkontribusi meracik antiseptik, maka Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) juga tidak mau kalah, yakni dengan memberikan bantuan teknis produksi video pembelajaran daring.

Pak Didit sedang mengambil gambar perkuliahan daring MKU di Paulo Coelho common room.

Dosen prodi DKV, Didit Prasetyo Nugroho, M.Sn., atau akrab dipanggil Pak Didit, yang merupakan pakar videografi-sinematografi, dan juga seniman media baru ini segera memberikan arahan singkat kepada para dosen DKV terkait produksi materi pembelajaran daring berupa video. Beruntung, para dosen DKV sudah terbiasa dengan pembelajaran daring ataupun Blended Learning. Bagaimana tidak, Kaprodi DKV, Sultan Arif Rahmadianto, S.Sn., M.Ds. (Pak Sultan) merupakan pakar animasi dan multimedia, tidak sulit baginya memproduksi video pembelajaran daring. Adapun Pak Bintang dan Pak Ayyub sudah terbiasa berakting di depan kamera, tidak canggung. Hasilnya, sebuah video pembelajaran yang natural sekali. Sedangkan Pak Adit, sudah terbiasa menggunakan beberapa jenis LMS (Learning Management System), sehingga yang ia lakukan praktis hanya tinggal “upload-upload” saja. Apalagi dengan didukung oleh sumber daya infrastruktur jaringan internet, server, kamera, laboratorium fotografi-videografi prodi DKV yang andal, pekerjaan ini menjadi lebih efisien. Melihat para koleganya tidak menemui masalah barang secuil, Pak Didit segera membantu tim MKU (Matakuliah Umum) untuk memberikan arahan dalam produksi video pembelajaran. Tidak ada kata ‘lelah’ untuk seorang “video warrior’ seperti Pak Didit.

Proses editing (pasca-produksi) video pembelajaran daring, yang diampu oleh Antono Wahyudi, S.S., M.Hum. (Pak Antono)

Mengikuti pembelajaran daring, mahasiswa DKV sangat antusias. Mereka berlomba-lomba mengumpulkan tugas tepat waktu, tidak satupun yang terlambat. Nampaknya, mereka sangat menikmati proses ini. Per tanggal 24 Maret, perkuliahan total dilakukan secara daring dari rumah masing-masing. Memang, pembelajaran daring memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari metode konvensional/klasikal. Di sisi lain kita semua menyadari, sebagai makhluk sosial; diri yang terisolasi, berjarak dengan manusia yang lain, diliputi rasa kekhawatiran, bahkan kesepian, bukan merupakan sesuatu yang menyenangkan. Bagi seorang extrovert, self distancing mungkin akan memicu “kepanikan” yang lain. Namun, self distancing, self isolation, self quarantine, atau beragam sebutan yang lain, sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran lebih luas wabah virus Covid-19. Dengan satu orang menarik diri ke jarak aman, dia berpeluang mencegah penularan lebih lanjut, karena “jalur” penularan terputus. Tentu kita semua berharap agar situasi semakin membaik, dengan segala daya dan upaya, serta doa kepada Yang Maha Kuasa. Semoga.

Jarak jauh : Video pembelajaran daring mata kuliah Video Editing yang diampu oleh Pak Didit.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah Dibuka Segera Daftar Sekarang.

TOP